Gubernur Akan Hadirkan Wahana Outbound di Pantai Terentang

Admin
Gubernur Akan Hadirkan Wahana Outbound di Pantai Terentang

BABELREVIEW.CO.ID, KOBA - Dibutuhkan langkah kreatif untuk memajukan pariwisata di Negeri Serumpun Sebalai saat kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Babel) terfokus pada penanganan Covid-19.

Berbagai terobosan telah dilakukan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, salah satunya mendorong perusahaan di Babel untuk memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pariwisata.

Perlahan hal itu mulai terealisasi, seperti yang dilakukan Bank Sumsel Babel saat menyerahkan bantuan secara simbolis bantuan wahana outbound kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Terentang, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (16/7/2021)

Gubernur Erzaldi yang turut menyaksikan penyerahan bantuan tersebut mengatakan bahwa sektor pariwisata di Babel sangat berpotensi dikembangkan sebagai sumber ekonomi berkesinambungan.

"Sehingga dengan kehadiran wahana outbound di Pantai Terentang dapat menarik para wisatawan untuk berwisata di tempat ini," ungkapnya.

Gubernur juga memberikan masukan kepada Pokdarwis Kelompok Sadar Wisata agar ke depan harus mandiri, apabila ada keuntungan disisihkan untuk berinvestasi pada pengembangan pariwisata.

"Seperti adanya wahana water sport, contohnya parasailing, banana boat , dan lain sebagainya dengan tujuan menarik wisatawan untuk berkunjung ke pantai ini," jelasnya.

Tentunya itu semua harus mengutamakan kreativitas, perbaikan manajeman, dan selalu berkolaborasi dengan berbagai pihak, dan yang terutama adalah kebersihan objek wisata itu sendiri.

"Saya contohkan saat saya melihat fasilitas umum di sini seperti toilet yang jauh dari lokasi wisata. Itu harus segera dibenahi," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pokdarwis Kelompok Sadar Wisata Desa Terentang, Basrin menjelaskan nantinya konsep wahana outbound itu berkonsep adventure dan sebagai rest area.

"Nantinya selain panjat tebing, flying fox , dan juga ada pendidikan sekolah alam," jelasnya.

Bangunan panjat tebing itu sendiri disegmentasikan untuk anak-anak dan remaja dengan kapasitas maksimal 75 kilogram.