Gubernur Curhat Tiket Pesawat Mahal Ganggu Pariwisata Babel, Menhub RI: Maskapai Sekarang Berdarah-Darah

kasmirudin
Gubernur Curhat Tiket Pesawat Mahal Ganggu Pariwisata Babel, Menhub RI: Maskapai Sekarang Berdarah-Darah
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat berkunjung ke Kantor Kementerian Perhubungan yang diterima langsung Menhub Budi Karya Sumadi, Senin (1/7/2019). (Foto: ist)

JAKARTA, BABELREVIEW.CO.ID -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman curhat kepada Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi, saat bertemu di ruang kerja Menhub di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Erzaldi menjelaskan kepada Menhub Budi Karya Sumadi, bahwa dampak harga tiket mahal sangat terasa di Bangka Belitung. Sejumlah event tingkat nasional yang digelar di Bangka Belitung minim peserta. Pasalnya, sejumlah peserta yang telah diundang membatalkan dating, karena terbentur harga tiket yang mahal.

“Satu minggu ini di Bangka ada beberapa kegiatan berskala nasional, seperti kejuaraan Wushu Tingkat Nasional dan Festival Komunitas Motor Gede, dan masih ada beberapa kegiatan nasional lainnya. Tapi sayangnya peserta minim, alasannya masalah tiket yang cukup tinggi,” ujar Gubernur Erzaldi dihadapan Menhub RI.

Kedatangan Gubernur Babel Erzaldi Rosman ke Menhub RI ini di damping mitra jajaran dari Kadishub Babel, KSOP Pangkal Balam, GM PT APT 2 Cabang Depati Amir, PT Pelindo II Cabang Pangkal Balam, GM ASDP Cabang Tanjung Kelian.

Rombongan Gubernur Babel diterima Menhub RI Budi Karya Sumadi di di ruang kerjanya di Gedung Karsa Lantai 9 Jakarta, Senin (1/7/2019) sekira pukul 09.30 WIB. Dalam pertemuan ini Menhub di dampingi Dirjen Perhubungan Udara Polana, Sekdirjen Hubla Arif serta Pejabat dari Dirjen Perhubungan Darat. Kunjungan Gubernur tersebut merupakan kelanjutan agenda diskusi dari Menhub yang pernah datang ke Bangka pada 14 Maret 2019 lalu.

“Kedatangan kita menemui Menhub RI ini, untuk meminta arahan dan solusi terkait persoalan harga tiket mahal ini. Gara-gara tiket pesawat yang masih mahal ini, tentu akan berdampak negatif terhadap sektor pariwisata kita,” ungkap Gubernur Erzaldi kepada Babel Review, Senin (1/7/2019) malam.

Menyikapi curhatan Gubernur Erzaldi ini, Menhub Budi Karya Sumadi memebenarkan saat ini banyak maskapai yang mengurangi jadwal penerbangan, dkarenakan load factor angkutan penumpang yang masih dibawah 70%. Dengan kondisi seperti ini, kata Budi, telah membuat rugi maskapai .

“Saat ini maskapai sudah berdarah-darah untuk dipaksakan terbang di saat kondisi rugi, sehingga alternative mereka mengurangi jadwal angkutan penerbangan ke masing masing rute setiap maskapai pesawat. Saya menghimbau kepada maskapai untuk sosialisasi terkait kondisi penerbngan saat ini,” papar Budi. (BBR)


Penulis  : Ahada
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review