Gubernur Erzaldi Berikan Dua Alternatif Rekomendasi Atasi Masalah Irigasi Sawah Desa Kepoh

kasmirudin
Gubernur Erzaldi Berikan Dua Alternatif Rekomendasi Atasi Masalah Irigasi Sawah Desa Kepoh
Gubernur Erzaldi saat kunjungan kerja ke Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (18/7/2020). (Foto: Istimewa)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Gubernur Erzaldi melakukan kunjungan kerja ke Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, untuk meninjau kawasan yang pada tahun 2013-2014 lalu telah dicetak sebagai daerah persawahan, Sabtu (18/7/2020).

Gubernur Erzaldi melakukan audiensi dengan kepala Desa Kepoh, untuk memastikan kembali dan mendengarkan kendala yang dialami salah satu daerah di ujung Bangka Selatan tersebut.

Meskipun kondisi sudah cukup bagus, namun sayangnya masih terdapat beberapa persoalan, seperti yang disampaikan oleh Kadis Pertanian Babel, Juaidi saat mendampingi Gubernur Erzaldi Rosman.

Beberapa persoalan yang disampaikan oleh warga desa kepada Gubernur Erzaldi, di antaranya areal sawah Desa Kepoh kerap terjadi banjir. Karena air sungai menjadi lebih tinggi dari areal sawah. Selain itu juga sering terjadi abrasi, dan juga sering ada kapal trawl, yang mengakibatkan hasil tangkapan ikan mereka jumlahnya kecil.

“Air dari irigasi masih belum lancar, masih sering banjir, sehingga perlu dicarikan solusi untuk menyelesaikan banjir,” ungkapnya.

Ada dua alternatif yang direkomendasikan secara teknis oleh Gubernur Erzaldi, yang pertama adalah peninggian tanggul, atau yang kedua adalah membuat sodetan baru/saluran baru. Sehingga air yang ada di petakan sawah bisa mengalir.

Pada saat ini, sawah Desa Kepoh dengan luas 400 hektare masih di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.

Kadis Pertanian Juaidi menjelaskan, agar menjadi kewenangan provinsi maka harus sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2006 tentang Irigasi, pada pasal 17 butir c, yang menyatakan untuk melaksanakan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi yang luasnya 1.000 ha sampai dengan 3.000 ha atau pada daerah irigasi yang bersifat lintas kabupaten/kota.

Saat ini Juaidi sedang mengupayakan dengan mengirim surat kepada kabupaten dalam hal ini Bupati Bangka Selatan untuk menggabungkan lahan Desa Kepoh dengan kawasan Bikang dan Gadung, sehingga jika menjadi 1.300 hektare. Namun hal ini masih menunggu jawaban dari bupati.

Apabila sudah sesuai dengan syarat luas lahan tersebut, maka sudah sesuai untuk menjadi kewenangan provinsi dalam urusan pemerintahan bidang pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi untuk mengatasi masalah persawahan yang terjadi di Desa Kepoh.

“Kalau itu sudah diserahkan ke provinsi, nanti provinsi yang bisa membantu untuk menyelesaikan masalah irigasi ini. Karena masalah irigasi ini dibatasi oleh kewenangan,” jelasnya. (BBR)


Penulis : Diskominfo Babel

Editor   : Kasmir

Sumber : Diskominfo Babel