Gubernur Erzaldi Ingatkan Perbankan Agar Masyarakat Petani dan Nelayan Dapat KUR

Irwan
Gubernur Erzaldi Ingatkan Perbankan Agar Masyarakat Petani dan Nelayan Dapat KUR
Gubernur Erzaldi rapat pembahasan mekanisme penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak covid-19, Rabu (15/4/2020) di ruang kerjanya. Foto: Ist

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID - Gubernur Babel Erzaldi Rosman kembali ingatkan kepada pihak bank untuk membantu Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai persiapan menghadapi pasca pandemi Coronavirus Disease 2019 (covid-19) bagi masyarakat.

Hal ini diingatkan Gubernur Erzaldi dalam rapat pembahasan mekanisme penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak covid-19, Rabu (15/4/2020) di ruang kerjanya.

Pasca covid-19 diharapkan pertumbuhan ekonomi di Babel tidak melambat. Gubernur Erzaldi ingin agar semua pihak dengan kuat bersama-sama merencanakan, mengimplementasikan, dan mengawasi perekonomian masyarakat Babel.

Selain meminimalisir keramaian saat penyaluran bantuan dengan mekanisme melalui BNI dan BRI, Gubernur Erzaldi melalui pertimbangan telah memilih dua bank nasional ini juga agar dapat memberi dukungan program KUR kepada masyarakat.

Erzaldi menjelaskan, KUR yang diberikan kepada masyarakat bersifat lebih mengklaster ke arah pangan seperti padi, jagung, perikanan (khususnya nelayan), dan tambak udang.

Diakuinya program KUR telah banyak mendukung offtaker (penjamin pembelian hasil panen petani/ nelayan) seperti udang.

Bahkan offtaker udang di Babel akan segara membangun cool storage di Kawasan Industri Sadai dengan kapasitas yang cukup besar agar ekspor udang dilakukan langsung dari Babel bukan lagi dari Jawa atau Lampung.

Menurut Gubernur Erzaldi Rosman, hasil pertanian jagung juga telah miliki offtaker. Bahkan produksi beras (rice milk) sudah cukup baik di Batu Betumpang juga sudah miliki offtaker dengan gudang-gudang penyimpanan.

“Juli mendatang, akan dibangun lagi untuk menampung hasil rice milk Desa Rias,” kata Erzaldi.

Selain itu, Kabupaten Bangka pada Juli mendatang juga akan dibangun gudang serupa untuk menampung rice milk hasil dari Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka.

Termasuk Kabupaten Belitung, offtakernya telah merencanakan pembangunan gudang pengolahan dan penyimpanan rice milk sebab Kabupaten Belitung terdata miliki jumlah panen sekitar 1.200 ton.

“Saya minta pihak bank support para petani dan nelayan dengan program KUR, tidak hanya para offtaker. Agar masyarakat juga bisa langsung produktif hadapi pasca Covid-19,” pintanya. (BBR)