Gubernur Nyatakan RKAB Tidak Langgar Aturan, Tiga Semelter Segera Ekspor Sisa Stok Timah

Ahada
Gubernur Nyatakan RKAB Tidak Langgar Aturan, Tiga Semelter Segera Ekspor Sisa Stok Timah
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. (Ist)

PANGKALPINANG, BANGKABABELREVIEW.CO.ID --  Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menyatakan bahwa Rencana Kerja Anggaran Biaya (RAKB) 3 Semelter Timah di Babel tidak menyalahi peraturan.

Ketiga  perusahaan tersebut antara lain PT Bukit Timah, PT Prima Timah Utama dan PT Biliton Inti Perkasa.

Diakui Gubernur Erzaldi, RKAB ketiga Semelter yang dijalankan tersebut adalah RKAB yang sudah ada dan didata sejak tahun 2018 lalu.

Dan hingga saat masih memiliki sisa produksi belum diekspor.

"Berdasarkan RKAB 2018, tiga semelter ini tidak pakai CPI. Jadi sudah sesuai peraturan, apalagi tidak cacat hukum. RAKB ini untuk menjual stok barang yang sudah didata 2018,” tegas Gubernur Erzaldi, Minggu (12/7/2020).

Menurut Gubernur Erzaldi, upaya yang dilakukan pihaknya sekarang ini sesuai dengan petunjuk dan arahan Presiden RI Joko Widodo.

Dalam arahannya kepada para  kepala daerah, Presiden Jokowi selalu meminga para kepala daerah melakukan tindakan ekstra ordinary dalam mengatasi perekonomian yang terus memburuk akibat covid-19 ini, termasuklah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tujuannya agar perekonomian di Bangka Belitung cepat pulih dan kembali tumbuh.

Melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini terpuruk,  Pemerintah provinsi berkoordinasi dengan kementerian ESDM melakukan kelonggaran dengan menjual stok RKAB 2018.

“Kita dapat dukungan Pak Presiden. Beliau menyatakan kita butuh extra ordinary. Bahkan Pak Presiden mengatakan siap tandatangani jika tujuannya untuk kebangkitan ekonomi. Masak ada barang yang bisa dijual tidak izinkan. Bila stok barang ini terjual, maka kita dapat royalti, selain itu juga pemasukan pajak, ” ungkap Gubernur Erzaldi.

Gubernur meyakini, dengan mengeluarkan stok lama yang ada saat ini tentu bisa mendorong perekonomian di Bangka Belitung.

"Jika ada uang yang bergerak, tentu masyarakat bisa menggerakan ekonomi kita lagi," ujarnya.

Gubernur menjekasakan, upaya yang dilakukan Pemprov Babel ini sebagai usaha dalam meningkatkan kembali ekonomi masyarakat.

Dengan relaksasi yang disarankan Presiden Jokowi sekarang ini, maka  lapangan kerja kembali terbuka, aktivitas perekonomian masyarakat akan berjalan lagi, pertumbuhan ekonomi bisa naik.

"Dalam waktu dekat ini kita  akan segera melakukan ekspor sesuai dengan RKAB yang sudah jalan saat," tukasnya. (*/BBR)