Gubernur Terharu Mendengar Kisah Alpiah, Satu Hari Hanya Dapat Uang Rp 5-10 Ribu

Ahada
Gubernur Terharu Mendengar Kisah Alpiah, Satu Hari Hanya Dapat Uang Rp 5-10 Ribu
Gubernur Babel Erzaldi Rosman bersama istri (Melati Erzaldi) melihat kondisi Alpiah, salah satu dari 17 warga Tanjung Sangkar Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan yang menerima bantuan Rumah Layak Huni, Minggu (18/10/2020). (Ist)

TANJUNGSANGKAR, BABELREVIEW.CO.ID – Kondisi Alpiah yang sangat kurus menarik perhatian Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Kondisi Alpiah ini disebabkan sakit yang sudah lama dideritanya. Ekonomi yang lemah membuat Alpiah tak mampu berobat lebih layak.

Apalagi sejak ditinggal suaminya, kondisi ekonomi keluarga Alpiah makin melemah.

Untuk meringankan sakit yang dideritanya, Alpiah terpaksa menjalani pengobatan tradisional.

Pendapatan Alpiah hanya berkisar Rp 5.000 - Rp 10.000 per hari.

Melihat kondisi Alpiah inilah membuat Gubernur Babel Erzaldi dan istri teharu.

Gubernur Erzaldi akan mengirimkan bantuan kepada masyarakat yang tidak berdaya agar mampu untuk mandiri.

Namun Ia tetap berharap masyarakat yang dibantu tidak mengalami ketergantungan terhadap bantuan.

“Kami akan kirimkan tim yang mampu membimbing masyarakat agar masyarakat dapat mengembangkan UMKM di wilayah ini dengan bantuan modal dari pemprov,” ungkapnya.

Alpiah adalah satu diantara 17 warga yang menerima bantuan rumah layak huni tahun 2020 di Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (18/10/20).

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman datang ke Tanjung Sangkar  bersama istri, Melati Erzaldi.

Dalam acara penyerahan rumah layak huni tersebut terdapat 17 unit rumah yang diberikan. Untuk luar pulau sebanyak 9 unit, sedangkan di dalam pulau ada 8 unit, yang terdiri dari 3 unit di Desa Kumbu, 3 unit di Tanjung Sangkar, dan 2 unit di desa lainnya.

Kegiatan pembangunan rumah layak huni merupakan bantuan yang tetap dipertahankan, karena masih banyak pemukiman kumuh yang perlu mendapatkan bantuan pemerintah meskipun ketika pandemi.

Sekdes Kumbu Repan menyampaikan bahwa masyarakat yang mendapatkan rumah layak huni ini merupakan orang yang memang layak mendapatkan dan tepat sasaran.

Penerima rumah layak huni memang orang yang paling membutuhkan dengan memenuhi kriteria tertentu.

Dalam acara ini hadir Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kepala desa se-Kecamatan Lepar Pongok, Kapolsek Lepar Pongok, dan tamu undangan. (BBR)
Sumber: Natasya
Foto : Saktio - Umar