Guru Besar Ilmu Politik IAIN SAS Berharap Bantuan Covid-19 Tidak Ditunggangi Kepentingan Politik

Ahada
Guru Besar Ilmu Politik IAIN SAS Berharap Bantuan Covid-19 Tidak Ditunggangi Kepentingan Politik
Guru Besar Ilmu Politik IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung, Prof Dr Hatamar Rasyid MAg. (Ist)

"Jika bantuan itu diberikan dengan tulus dan ikhlas untuk membantu sesama, tentu akan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT. Akan tetapi jika dilakukan untuk popularitas dan tujuan lainnya (politik pencitraan) maka hanya menjadi hadiah biasa yang belum tentu diganjar pahala"

Prof  Dr Hatamar Rasyid MAg

MENDOBARAT, BABELREVIEW.CO.ID--Guru Besar Ilmu Politik IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung, Prof Dr Hatamar Rasyid MAg menyatakan, bantuan kemanusiaan dampak Covid-19 seharusnya tidak ditunggangi oleh kepentingan politik maupun pencitraan pribadi.

"Intinya berilah bantuan itu atas dasar niat membantu saudara kita yang terdampak, dan buang jauh-jauh tujuan politis di dalamnya," kata Hatamar, menjawab BBR, Minggu (26/04/2020).

Dikatakan Hatamar,   dari sudut pandang Agama Islam,  bantuan untuk warga terdampak Covid-19 dapat dikategorikan sebagai infaq dan sadaqoh.

Yakni sebuah  aksi atau amal perbuatan  yang sangat disenangi oleh Allah SWT karena meringankan beban oran-orang yang membutuhkan uluran tangan si pemberinya. 

"Jika bantuan itu diberikan dengan tulus dan ikhlas untuk membantu sesama, tentu akan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT. Akan tetapi jika dilakukan untuk popularitas dan tujuan lainnya (politik pencitraan) maka hanya menjadi hadiah biasa yang belum tentu diganjar pahala," ujar Hatamar.

Menurut Hatamar, siapapun yang turut ambil bagian dalam menanggulangi Covid 19 ini patut kita doakan agar yang bersangkutan  diberi Allah rezeki yang berlimpah sehingga terus berkontribusi untuk umat.

Kendati begitu, Hatamar tak membantah jika terkadang sulit memberikan penilaian apakah bantuan kemanusiaan seperti pada kasus Covid-19 ini memang dilakukan karena panggilan kemanusiaan ataukah karena ada maksud tertentu.

"Walau ada orang yang mungkin memiliki tujuan 'hidden' atau terselubung untuk tujuan popularitas dan politis saya dengan husnuzhon atau berbaik sangka bahwa setiap orang, lembaga, corporate dan sebagainya yang ikut meringankan beban saudara saudara kita yang terdampak Covid 19 adalah mereka yang secara nurani bermaksud baik dan harus diapresiasi," tukas Warek II IAIN SAS Bangka Belitung ini. (BBR)

Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin