Hangatnya Safari Ramadan di Arung Dalam, Algafry Ingatkan Kewaspadaan Musibah dan Makna Kepatuhan

KOBA – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Masjid Baitul Hikmah, Kelurahan Arung Dalam, pada Senin (02/03/2026). Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, bersama Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda melaksanakan kegiatan Safari Ramadan hari ke-12 yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyerahan bantuan bagi masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Algafry mengawali dengan ajakan untuk bersyukur atas nikmat sehat sehingga dapat dipertemukan dengan Ramadan tahun ini. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, ia menyelipkan pesan penting terkait cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Bangka Tengah belakangan ini.

Bupati menceritakan momen haru saat dirinya bersama Wakil Bupati meninjau rumah warga yang ludes terbakar akibat korsleting listrik.

“Musim panas ini, saya ingatkan kepada kita semua untuk sangat berhati-hati dengan api. Musibah kebakaran tidak mengenal siapa pun. Tadi kami melihat rumah warga yang habis ludes, motor dan perabotan semua terbakar karena korsleting. Tolong sampaikan kepada keluarga yang lain untuk selalu waspada,” pesan Algafry dengan nada penuh empati.

Selain itu, Bupati juga mengajak jemaah untuk mendoakan almarhum mantan Wakil Presiden RI, Jenderal Purn. Try Sutrisno, yang wafat pada pagi hari yang sama, agar amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt.

Lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, Algafry menekankan bahwa puasa adalah bentuk “kepatuhan” total seorang hamba. Menurutnya, rasa lapar yang dirasakan adalah pengingat betapa lemahnya manusia di hadapan Tuhan.

“Puasa ini adalah cara kita menunjukkan bahwa kita bukan siapa-siapa. Kita membungkuk dan tunduk. Jika adzan berkumandang, lapar itu hilang. Namun, kepatuhan yang konsisten sepanjang nafas Ramadan itulah yang lebih utama,” tambahnya.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah sekaligus kajian fikih oleh H. Sairan H. Adam. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas mengenai rukhsah (keringanan) dalam berpuasa.

H. Sairan membagi dua kategori utama, yakni;

Boleh berbuka (wajib Qadha): berlaku bagi orang sakit yang tidak mampu bertahan, musafir dengan jarak tempuh minimal 80-90 km (dengan syarat berangkat sebelum fajar), serta ibu hamil/menyusui yang mengkhawatirkan kesehatan dirinya.

Boleh tidak berpuasa (wajib Fidyah): Berlaku bagi lansia yang sudah sangat lemah (seperti usia 85-100 tahun) atau orang sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh. Mereka cukup membayar fidyah berupa makanan atau uang (ditetapkan Rp30.000 per hari atau setara 7 ons beras).

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Baznas menyerahkan bantuan perlengkapan masjid berupa 1 unit water dispenser, 1 unit kipas angin, meja akad, dan fasilitas ibadah berupa sajadah baru untuk menambah kenyamanan jamaah Masjid Baitul Hikmah. Selain itu, bantuan sosial juga diberikan berupa 20 paket sembako dari Baznas Bangka Tengah untuk warga yang membutuhkan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekda Bangka Tengah, para Asisten, jajaran OPD, Ketua dan Ketua Bidang 1 TP-PKK Bateng, Camat dan Lurah Koba, serta tokoh agama setempat.

Acara ditutup dengan doa bersama, buka puasa bersama, dan salat Maghrib berjemaah yang mempererat tali persaudaraan antara pemimpin dan rakyatnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *