Harga Singkong Turun, Elius Gani Minta Petani Beralih Tanam Komoditas Lain

Kasmirudin
Harga Singkong Turun, Elius Gani Minta Petani Beralih Tanam Komoditas Lain
Elius Gani. (Foto: Ibnu Wasisto)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Harga singkong kasesa yang ada di Kabupaten Bangka saat ini mengalami penurunan, yang pada Minggu kedua September harganya menjadi Rp 9.000 yang sebelumnya Rp1.050 per kg.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka, Elius Gani mengatakan, jika harga singkong ini mengikuti mekanisme harga pasar. Artinya, kalau permintaan tepung tapioka di pasaran berkurang, maka secara otomatis akan berimbas pada harga dasar singkong.

Ia menegaskan, jika penurunan harga singkong ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Bangka saja, tetapi terjadi dalam skala nasional.

Menurutnya, dampak dari adanya mewabahnya virus corona saat ini mengakibatkan melemahnya di sektor perekonomian di tingkat pelaku usaha UMKM. Biasanya banyak pelaku UMKM menggunakan bahan produksi tepung tapioka, saat ini sudah mengurangi jumlah produksi dan sebagian justru menutup usahanya.

"Ditambah lagi pertumbuhan perekonomian secara nasional sedang mengalami penurunan. Kami juga tidak bisa memprediksi sampai kapan harga singkong ini akan mengalami kenaikan lagi, tapi saya berharap mudah-mudahan tidak terjadi lagi penurunan harga. Karena jika terjadi penurunan harga akan banyak pihak yang dirugikan," sebutnya, Selasa (22/9/2020).

Dalam menghadapi kondisi seperti sekarang ini, Elius Gani mengimbau kepada masyarakat khususnya para petani singkong agar tidak menjadikan komoditas singkong sebagai andalan. Jadi pihaknya mengharapkan, agar petani singkong setelah masa panen bisa beralih untuk menanam komoditi lainnya yang lebih prospek.

"Petani justru lebih paham dalam melihat peluang pasar kedepan ketika harga ubi kasesa mengalami penurunan seperti saat ini. Jadi jangan menerapkan pertanian dengan sistem monokultur, harus ada tanaman penyeling lainnya," tutup Gani. (BBR)


Penulis : Ibnu Wasisto

Editor   : Kasmir