Hasil Pemuktahiran IDM 2020, Dua Desa di Babar Berstatus Mandiri

Ahada
Hasil Pemuktahiran IDM 2020, Dua Desa di Babar Berstatus Mandiri
Penyerahan berkas Hasil Pemuktahiran IDM 2020 ke TAM PSD Provinsi Kep Bangka Belitung, Firdalena, di Kantor KPW P3MD Provinsi Kep Bangka Belitung, Jalan Balai Pangkalpinang, Senin (29/6/2020). (Ist)

MUNTOK, BABELREVIEW.GO.ID--Hasil Pemuktahiran IDM (Indeks Desa Membangun) Tahun 2020, di Kabupaten Bangka Barat terdapat Dua Desa, yakni Desa Pelangas dan Desa Sekar Biru berubah status menjadi Desa Mandiri, sebanyak 14 Desa berstatus Maju, dan sebanyak 44 Desa Berstatus Berkembang.

“Alhamdulillah sejak Tahun 2019 lalu di Bangka Barat sudah tidak ada Desa berstatus Tertinggal dan Sangat Tertinggal. Tahun ini suatu kebanggaan kita terdapat dua Desa Mandiri. Ini salah satu indicator keberhasilan pendampingan,” demikian dikatakan  TA PSD (Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar) P3MD (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kemendes PDTT RI untuk Kabupaten Bangka Barat, Sardi MM, kepada Babelreview.go.id, Senin (29/6/2020).

Sardi mengatakan, Pemuktahiran IDM 2020 telah dimulai sejak Bulan Mei 2020 lalu dan sudah selesai 100% serta hasilnya diserahkan ke TAM PSD (Tenaga Ahli Madya Pelayanan Sosial Dasar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu, 28 Juni 2020 untuk divérifikasi di tingkat provinsi.

Pemutakhiran IDM 2020 ini melibatkan beberapa pihak dari Satker Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) provinsi dan kabupaten, Camat, Kepala Desa serta Tenaga Pendamping Profesional dari Tenaga Ahli Madya (TA Provinsi), Tenaga Ahli PSD (TA Kabupaten), Pendamping Desa (Kecamatan) dan Pendamping Lokal Desa.

“Saya sebagai Tenaga Ahli yang bertanggungjawab untuk ini sangat bangga dengan sahabat-sahabat PLD, Kepala Desa, PD dan Camat yang sudah berhasil pemuktahiran tepat waktu. Saya sangat berterima kasih dan apresiasi kepada semuanya, termasuk kepada Dinas Sosial PMD Bangka Barat dan Bapelitbangda Bangka Barat yang sangat berperan dalam pemuktahiran ini,” ucap Sardi bangga.

Dikatakan, Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.

Perangkat indikator yang dikembangkan dalam Indeks Desa Membangun dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa Maju dan Mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa.

“Ini sebagai dasar dan suatu konsepsi bahwa untuk menuju Desa Mandiri, diperlukan frame work pembangunan yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek soaial, ekonomi dan ekologi,” jelas Sardi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Indeks Desa Membangun memotret perkembangan kemandirian Desa berdasarkan implementasi Undang-Undang Desa dengan dukungan Dana Desa serta Pendamping Desa.

Indeks Desa Membangun mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari Pemerintah sesuai dengan partisipasi Masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah Desa yaitu tipologi dan modal sosial.

“Hasil pemuktahiran ini menjadi landasan kita untuk mempertimbangkan pembangunan dan pemberdayaan apa yang harus dilakukan di desa. Apa yang perlu kita perkuat, di aspek social kah, aspek ekonomikah atau aspek ekologikah. Insya Allah di Tahun 2021 Desa Mandiri di Bangka Barat bertambah,” harap yang juga Ketua Pasukan Adat Nusantara Indonesia ini. (BBR)

Editor:@hada