Hasil Rapid Test Massal, Dua Jamaah Masjid Jami' dan Satu Warga Merawang Menunjukkan Hasil Reaktif

kasmirudin
Hasil Rapid Test Massal, Dua Jamaah Masjid Jami' dan Satu Warga Merawang Menunjukkan Hasil Reaktif
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno. (Foto: Dok)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) mulai melakukan rapid test massal mulai Rabu (13/5/2020) malam hingga Kamis (14/5/2020) pagi. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Covid-19 (GTPPC-19) Bangka Belitung (Babel), Andi Budi Prayitno menyampaikan, rapid test tersebut dilakukan kepada 194 orang di sejumlah titik di antaranya Masjid Jami’ Pangkalpinang, salah satu kafe di Pangkalpinang dan Kantor Camat Merawang.

"Hasil rapid test pada Rabu (13/5/2020) malam di Masjid Jami’, ada 41 orang yang kita rapid test dan dua orang yang reaktif. Kemudian di salah satu kafe di Kota Pangkalpinang itu ada 23 orang yang kita rapid test, tidak ada yang reaktif," kata Andi di Posko GTPPC-19 eks gedung terminal penumpang Bandara Depati Amir, Kamis (14/5/2020).

Andi mengungkapkan, kedua jamaah yang dinyatakan reaktif selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Pangkalpinang, untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

"Dua orang jamaah akan dilakukan tes Swab oleh Gugus Tugas Kota Pangkalpinang untuk dilakukan pengambilan swab," ujarnya.

Selain itu, Andi mengungkapkan, satu warga Merawang yang dinyatakan reaktif pun akan dilakukan tindak lanjutnya oleh gugus tugas Kabupaten Bangka.

“Kita lakukan rapid test di daerah merawang ini, karena sebelumnya ada satu yang terkonfirmasi positif," ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan, setelah ini tim gugus tugas akan melakukan rapid test di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, yang sebelumnya juga ada pasien yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kemudian hari Senin (18/5) kita akan lakukan rapid test di Pasar Kite Sungailiat, Kabupaten Bangka, karena memang target kita di tempat-tempat keramaian, seperti di masjid, pasar, lalu kafe-kafe," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Diko Subadya

Editor   : Kasmir