Hendriyansen Gelar Reses Di Temberan

Admin
Hendriyansen Gelar Reses Di Temberan

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID - Hendriyansen anggota komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melaksanakan kegiatan Reses, di salah satu rumah warga di Air Itam Kelurahan Temberan Pangkalpinang, kamis (14/10/2021)

Kehadiran Legislator dari fraksi PDI-P Hendriyansen, yakni melaksanakan Reses. Dijelaskan nya, Reses merupakan masa istirahat sidang para anggota DPRD, bertemu dan menyerap aspirasi di masyarakat.

"Silakan bapak/ibu untuk menyampaikan aspirasinya. Saling tukar pikiran, Mudahmudahan yang ada wewenangnya akan kita tampung, jika itu bukan wewenang kita, maka akan dikoordinasikan dengan yang punya kewenangannya masing-masing," pungkasnya.

Aspirasi yang berhasil dihimpun Legislator PDI-P tersebut, salahsatunya, masyarakat berharap agar adanya perhatian lebih, baik dari pemerintah Kota Pangkalpinang maupun Provinsi, terhadap bantuan untuk UMKM serta Nelayan, seperti bantuan pembiayaan atau modal usaha dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

“karena disini ibu-ibu membantu suaminya melakukan pekerjaan sampingan. karena disini ada pasar, mereka berjualan dan suaminya Nelayan. Mereka berharap bisa meningkatkan pendapatannya lebih sejahtera lagi,"ungkapnya.

Tak hanya itu, masyarakat didaerah tersebut juga berharap adanya Peningkatan akses Jalan yang melintasi kawasan rumah warga agar lebih memadai dan lebih baik lagi. dengan gerak cepat, legislator PDI-P ini langsung berkoordinasi dengan Ketua rukun warga (RW) setempat untuk menginformasikan kepada masyarakat apa yang menjadi kendala terhadap aspirasi masyarakat tersebut.

"Masalah jalan, dari dulu mereka sudah mengajukan, Bersyukurlah sekarang sudah terealisasi dari Perkim Kotaku dana pusat. Salah satunya kelurahan temberan ini masuk peta kumuh, sehingga dapat pembangunan jalan khusus kota kumuh," Terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua RW 02 Kelurahan temberan Effendi Susanto, menjelaskan, bahwa waktu akan dilaksanakan pembangunan jalan oleh dinas Kotaku Perkim, jalan yang berada diujung pemukiman warga, terkendala yakni jalan tersebut terlalu sempit hanya satu meter.

"Pelebaran jalan kemarin 2,5 - 3 meter, bisa kita bikin sampai di situ, tapi putus berarti. Tujuan kami kemarin itu biar jalan itu bisa hidup, misalnya di sini 2,5 m mungkin diujung sana 2 meter, tetapi yang diujung tidak mau kasih warganya, alasannya tanahnya masih sedikit," jelasnya.(*/BBR)

Sumber: Publikasi Setwan DPRD Babel