Hidroponik, Akar Ekonomi Kreatif Desa Deniang

Ahada
Hidroponik, Akar Ekonomi Kreatif Desa Deniang
Novita Mahasiswi KKN UBB. (Ist)

Hidroponik, Akar Ekonomi Kreatif Desa Deniang

Oleh: Novita
Mahasiswi KKN UBB



PERTANIAN merupakan salah satu kegiatan usaha yang dapat menunjang perekonomian masyarakat.

Hadirnya pertanian yang masif di daerah pedesaan tidak hanya memberikan dampak yang signifikan terhadap pendapatan perokonomian desa, namun juga menjadi sumber suplay pangan bagi kebutuhan hidup negara.

Inovasi sistem pertanian sudah mencapai tahapan inovatif, dengan menghadirkan suatu sistem pertanian baru dengan hasil yang lebih ramah dan menjanjikan.

Produk hasil tani yang sudah tercatat sebagai salah satu produk yang efisien dengan gizi maksimal.

Hidroponik menjadi salah satu gebrakan kreatif dan menguntungkan dalam sistem pertanian.

Jenis pertanian yang tergolong baru dan belum banyak dibuat, menjadikan pertanian dengan sistem hidroponik menjanjikan keuntungan besar dalam membangun sistem perokonomian desa.

Penggunaan lahan yang efisien tanpa menggunakan lahan tanah seperti pertanian konvensional, menjadikan hidroponik memiliki lahan tanam yang lebih fleksibel dan tidak memakan banyak lahan tanam.

Di lain sisi, penggunaan produk pestisida alami membuat tanaman hidroponik lebih sehat dibandingkan dengan tanaman hasil pertanian konvensional.

Tanaman hidroponik bisa tumbuh dengan lahan yang sempit sekalipun. Memanfaatkan media pipa ataupun bambu yang ramah lingkungan.

Pekarangan rumah yang tidak memiliki celah untuk bertani konvensional dapat diatasi dengan hadirnya inovasi pertanian hidroponik.

Hasil pertanian hidroponik juga tidak kalah dari hasil pertanian konvensional.

Produk tanaman yang dihasilkan dinilai lebih alami, karena tidak menggunakan pestisida kimia.

Selain itu, tanaman hidroponik dapat dipanen tanpa menunggu musim tertentu.

Alasan di atas kemudian memperkuat tanaman hasil inovasi pertanian hidroponik dapat menjadi salah satu komoditas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kemudian dapat mendorong perkembangan ekonomi yang masif dengan cara tanam yang efisien.

Dengan hadirnya hidroponik sebagai salah satu usaha ekonomi kreatif desa, tentunya tunjangan pertumbuhan ekonomi bisa tersalurkan lewat hadirnya hidroponik.

Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, tak khayal telah melirik hidroponik sebagai salah satu potensi ekonomi kreatif.

Bertepatan dengan hadirnya mahasiswa KKN UBB yang bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Deniang dan BUMDes, merancang pertanian hidroponik menjadi salah satu bagian dari ekonomi kreatif desa.

Hasil tanam yang ramah lingkungan, efisien lahan, dan memiliki peluang bisnis yang besar, menjadikan hidroponik menjadi pilihan tepat dalam membangun perekonomian Desa Deniang.

Di lain sisi, tanaman hasil hidroponik memiliki harga jual yang tinggi jika dibandingkan dengan hasil tanaman pertanian konvensional.

Promosi desa terhadap giat menanam tanaman hidroponik merupakan salah satu trik pengenalan hidroponik kepada masyarakat.

Peran Karang Taruna juga menjadikan hidroponik semakin dikenal di kalangan masyarakat desa.

Hasil yang menjanjikan harusnya membuat tanaman hidroponik menjadi salah satu komoditas di Desa Deniang.

Sejatinya hidroponik dapat menjadi salah satu komoditas penunjang ekonomi desa.

Dengan hadirnya BUMDes tentunya dapat memediasi masyarakat dengan perangkat desa dalam meningkatkan potensi ekonomi kreatif desa, khususnya Desa Deniang. (BBR)