Hijab Syar'i Jadi Tren Gaya Hidup Anak Muda, Bisnis Fashion Muslimah Jadi Menggiurkan

kasmirudin
Hijab Syar'i Jadi Tren Gaya Hidup Anak Muda, Bisnis Fashion Muslimah Jadi Menggiurkan
Aneka pakaian dan hijab muslimah koleksi Toko Helen.

BABELREVIEW.CO.ID -- Fenomena banyaknya wanita muslimah yang kini menggunakan Hijab Syar'i sebagai tren/gaya hidup, menjadi berkah tersendiri bagi para pengusaha hijab khususnya bagi kalangan muda yang ingin memunculkan identitas baru. Bahkan, menjadi bagian dari budaya pop/kekinian.

Hijab fashion yang kini mulai menjadi tren kaum muslimah urban tak dipungkiri dapat memicu gelombang revolusi industri hijab di Indonesia. Mungkin dulu banyak yang beranggapan hijab hanya digunakan saat beribadah saja, Tapi kini hijab bisa menjadi "Social Expression", karena hijab kini dianggap sangat fashionable dan kekinian.

Tentu bisnis hijab menjadi salah satu peluang besar dan sangat recommended sekali, bagi mereka yang ingin memulai usaha tapi masih bingung.

Babel Review secara khusus mewancarai salah satu pebisnis yang berbisinis di bidang fashion Hijab Syari'i.

Try Helen namanya. Gadis cantik lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Bangka Belitung itu, awalnya tak menyangka bisnis hijab ternyata menjadi jalan hidup yang ia tekuni sampai saat ini. Karena itu semua berlangsung secara tidak sengaja.

"Awalnya itu dari kesukaan saya dengan jilbab  syar'i, karena kebetulan saya juga berhijab jadi sering lihat koleksi hijab di jualan online. Nah, kebetulan waktu itu saya tertarik sama salah satu hijab yang diposting seseorang di sebuah forum. Karena suka saya langsung hubungi orang tersebut. Saat dihubungi ternyata ia belum bisa ambil barangnya, karena waktu itu baru saya yang pesen dan minimal ada 6 pesanan jika hendak mengirimkan barang kesini. Karena  ongkos kirim yang tinggi kalau cuma satu," katanya.

"Namun awalnya saya belum stock, karena masih zaman BBM. Jadi saya chat satu per satu kawan-kawan dekat saya kabarin sekalian nanya ada yang mau beli jilbab gak. Setiap saya mau beli sekalian promosi barang tersebut dulu.  Saat itu saya pesen dengan harga Rp 30 ribu. Saya ambil untuk Rp 5 ribu per buah, jadi  saya jual Rp 35 ribu. Karena waktu itu belum ada modal untuk stock banyak, karena modal awal saya berbisinis ini hanya dengan uang 100 ribu,"  sambung Helen.

Helen menceritakan, ia memulai bisnis hijab saat masih duduk di bangku kuliah.

"Saya mulai bisnis ini kalau gak salah waktu masih kuliah di semester empat. Karena saya juga suka hijab, akhirnya sampai hari ini koleksi Helen masih eksis dan saya selalu menjual perlengkapan muslimah sesuai dengan produk yang saya suka. Artinya, saya jual yang saya suka, yang saya seneng dan saya butuh. Kalua tidak begitu takutnya mengecewakan pelanggan, jika kualitas produk gak bagus," ungkapnya.

 

Halaman selanjutnya >>


Penulis  : Diko 
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review