HNSI Bangka Imbau Nelayan Tidak Nekat Melaut Saat Cuaca Ekstrim

kasmirudin
HNSI Bangka Imbau Nelayan Tidak Nekat Melaut Saat Cuaca Ekstrim
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Bangka Ridwan. (foto:Irwan)

SUNGAILIAT, BABEL REVIEW – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Bangka Ridwan, mengimbau kepada para nelayan khususnya di wilayah Kabupaten Bangka, untuk tidak nekat melaut ketika cuaca sedang tidak bersahabat atau ekstrim.

Hal ini dikatakannya, mengingat ketika cuaca tidak bersahabat rentan akan kecelakaan laut. Bukan hanya gelombang besar, menurutnya hujan deras disertai petir juga perlu diwaspadai.

“Sekarang ini sudah tahap waspada mengingat ketinggian gelombang mencapai 2-3 meter. Sedangkan cuaca ekstrim sekarang ini sudah mulai terjadi, seperti petir, angin kencang, puting beliung,” ujar Ridwan kepada BBR usai menjenguk Rusman, seorang nelayan asal Sungailiat yang mengalami musibah tersambar petir di perairan Pantai Bedukang, Kamis (10/1/2019).

Ridwan berpesan, agar nelayan tidak memaksakan melaut, terutama untuk nelayan dengan kapal berkekuatan 5 gross ton ke bawah.

“Imbauan untuk nelayan apabila cuaca sedang ekstrim jangan dulu melaut, jangan memaksakan, jangan menggunakan kapal-kapal dibawah 5 GT,” imbaunya.

Seperti pada berita sebelumnya, nasib naas dialami juragan kapal bernama Rusman atau yang biasa disapa Haji Mang (39) warga Nelayan 2 Sungailiat, Kamis (10/1/2019). Haji Mang tersambar petir ketika sedang melaut di perairan Pantai Bedukang berjarak sekitar 3 mil dari pantai.

Korban yang mengalami luka bakar di leher, lengan kiri dan bagian tubuh langsung dibawa ke Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Nasir, salah satu ABK mengatakan mereka tujuh orang ABK kapal beserta kapten berangkat melaut pukul 5 subuh dari Pelabuhan Jelitik  menuju perairan utara Pulau Bangka. “Cuaca memang sedang hujan lebat dari semalam,” ujar Nasir.

Ketika sedang berada perairan 3 mil dari Pantai Bedukang, Haji Mang yang sedang memegang kemudi di buritan kapal tiba-tiba tersambar petir hingga terpental. Sambaran petir pun merusak seluruh alat navigasi dan komunikasi kapal. Tak hanya itu, seluruh kaca kapal pecah berserakan hingga melukai seluruh ABK. (BBR)


Penulis : Irwan       
Editor   : Kasmir
Sumber : Babelreview