Humas GTPPC-19 Tak Berhak Umumkan Data Dan Riwayat Pasien, Sukma: Kami Sudah Bekerja Sesuai Prosedur

Ahada
Humas GTPPC-19 Tak Berhak Umumkan Data Dan Riwayat Pasien, Sukma: Kami Sudah Bekerja Sesuai Prosedur
Tim Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (GTPPC-19) Bangka Belitung. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID--Tim Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (GTPPC-19) Bangka Belitung menegaskan, Tim Humas tidak memiliki kewenangan untuk mengumumkan data dan riwayat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal tersebut ditegaskan oleh salah satu Koordinator Humas GTPPC-19 Provinsi Bangka Belitung, Sukma Wijaya, Sabtu (06/06/2020) terkait adanya tudingan  yang menyebutkan fungsi kehumasan GTPPC-19 Provinsi Bangka Belitung dianggap masih lemah.

Dikatakan Sukma, tudingan yang menyebut fungsi kehumasan GTPPC-19 lemah tersebut, lantaran ditengarai tidak tereksposenya identitas dan riwayat  salah satu pasien Covid-19 yang disebut-sebut merupakan anak bungsu Gubernur Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman.

"Itu bukan ranahnya Humas. Kita tidak punya wewenang untuk menyebut atau mengekspose identitas dan riwayat pasien Covid-19. Baik itu rakyat biasa, anak pejabat atau pejabatnya sendiri, semuanya kita perlakukan sama, tidak boleh kita ekspose identitas maupun riwayatnya secara gamblang," jelas Sukma.

Menurut Sukma, hal tersebut sebagaimana diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan No.HK.02.01/MENKES/199/2020 tentang Komunikasi Penanganan Covid-19.

"Semua fungsi yang ada di satuan GTPPC-19 sudah diatur secara jelas dan tegas pada Protokol Komunikasi Penanganan Covid-19, yakni sebagaimana diatur SE Menteri Kesehatan No.HK.02.01/MENKES/199/2020 tentang Komunikasi Penanganan Covid-19," ungkap Sukma.

Lebih lanjut Sukma mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan bahwa tudingan  yang menyebutkan fungsi kehumasan GTPPC-19 Provinsi Bangka Belitung masih lemah, justeru bersumber dari salah seorang pejabat yang paham dengan protokol kesehatan penangan Covid-19 di Bangka Belitung.

"Kita tidak alergi dengan kritikan. Justeru kritikan harus ada supaya kerja kita lebih maksimal lagi. Tapi kalau sudah bertendensius menuduh, ini sangat tidak baik. Mestinya kita saling mengingatkan dan saling menguatkan, untuk bersatu melawan Covid-19, bukan saling menjatuhkan," tandas Sukma. (BBR)

Laporan Ichsan Mokoginta Dasin