IJTI Babel Tegaskan Tak Terlibat dalam Media Pro KIP di Matras dan Sinar Jaya

Irwan
IJTI Babel Tegaskan Tak Terlibat dalam Media Pro KIP di Matras dan Sinar Jaya
Beredar tangkapan layar yang menunjukkan pembagian fee/jatah bagi "Media" dari hasil produksi KIP di perairan Matras dan Sinar Jaya

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID - Beredarnya tangkapan layar yang menunjukkan pembagian fee/jatah bagi "Media" dari hasil produksi Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Matras dan Sinar Jaya, Sungailiat, Bangka, membuat gerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Bangka Belitung.

Di dalam tangkapan layar tersebut, tertulis ada jatah bagi "Media" sebesar Rp 300 per kilogram untuk hasil KIP di Sinar Jaya dan Rp 100 dari hasil operasi di perairan Matras.

Menanggapi hal tersebut, Ketua IJTI Babel Joko Setyawanto menegaskan membantah keterlibatan anggotanya sebagai penerima dari pungutan liar tersebut dan berharap aparat penegak hukum dapat mengambil tindakan jika memang selebaran tangkapan layar tersebut benar.

"Kami tidak tahu apakah selebaran itu benar atau tidak. Seandainya benar, maka yang terlibat disitu sebagai penerima aliran dana itu, bisa  saja dipidana, karena dapat dikategorikan sebagai pungli," jelas Joko.

"Pihak kepolisian juga tidak perlu ragu, karena perlindungan UU Pers tidak bersifat melekat dan hanya melindungi jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan," tambahnya.

Menurut Joko, ada kode etik yang bersifat mengikat bagi setiap jurnalis baik secara individu ataupun institusi.

Termasuk tidak menerima suap, apalagi menjadi semacam beking terhadap aktifitas pertambangan.

"IJTI akan memberikan sanksi berat termasuk memberikan rekomendasi agar jurnalis yang terlibat diberhentikan secara tidak hormat dari media tempatnya bekerja, seandainya ada yang terbukti menerima aliran dana jatah dari KIP," tegasnya.

"Selain itu, jika dibutuhkan IJTI juga siap menghadirkan ahli pers dari Dewan Pers untuk membantu pihak kepolisian mengungkap hal ini," katanya. (BBR)