Ikut Ujian Menjahit di SMP Jepang, Begini Cerita Assyifa Murid SMP ACIKITA

kasmirudin
Ikut Ujian Menjahit di SMP Jepang, Begini Cerita Assyifa Murid SMP ACIKITA
Gedung Sekolah ACIKITA Pekanbaru Provinsi Riau. (Ist)

JAKARTA, BABELREVIEW -- Assyifa murid SMP ACIKITA yang pindah bersekolah Ke SMP Negeri di Hiyodoridai Kobe, setiap hari selalu membawa cerita.

Asyifa menyampaikan berita tentang rencana camp yang akan diikuti oleh anak-anak kelas 2 di cawu 1 ini. Sebelumnya Assyifa bercerita tentang guru Bahasa Jepang yang dikirimkan oleh pemerintah Kobe bidang pendidikan, khusus untuk mengajarkan Assyifa berbahasa Jepang.

“Guru bahasa Jepangnya pera pera (fasih) banget bahasa Indonesianya,” ujar Assyifa.

Alhamdulillah, hingga saat ini Assyifa mengaku sangat enjoy bersekolah di Jepang walaupun bahasa Jepangnya masih belum seperti anak-anak Indonesia yang lahir dan bersekolah di Jepang.

Assyifa membawa berita, bahwa besok dia akan ikut test seperti anak-anak Jepang lainnya. Test apa gerangan?

Mungkin bagi kita tidak terfikir, biasanya test di sekolah sekolah Indonesia adalah test matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dll, tapi di Jepang ada banyak hal yang dipelajari di sekolah, memasak, menjahit, bertukang (teknologi), dll yang dianggap tidak penting/tidak fokus diberikan kepada anak-anak di Indonesia.

Menurut Jumiarti Agus, salah satu Pendiri dan Ketua ACIKITA, Jepang sangat hebat dalam hal teknologi, anak SMP kelas 2 sudah ada program bikin radio masing-masing. Semua harus mencoba dan menyelesaikan target.

"Tapi sistem pendidikan mereka tidak hanya kuat untuk hal teknologi, seni, art, atau sains, mereka jauh lebih bijak dari kita," ujar Jumiarti.

Pemerintah Jepang, kata Jumiarti, mereka sangat paham, bahwa setiap insan harus punya kecakapan personil, bisa mandiri dan bisa melakukan kegiatan memasak, menjahit, membersih, sehingga mereka benar- benar siap menjalankan fungsi sebagai pemimpin, minimal diri, dan memimpin rumah tangga mereka masing-masing.

"Kita tentu juga ingin menghadirkan pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak kita. Yuk daftar masuk sekolah ACIKITA," ajak Jumiarti.

Ia menjelaskan, anak-anak di sekolah ACIKITA tidak hanya anak kuat agama, baca Alquran dan hafalan ayat, tapi juga kuat moral, pengetahuan dan kecakapan, wawasan, serta kemandirian anak.

"Insya Allah kami juga ingin mempersiapkan untuk anak-anak kita lanjut studi ke universitas di Jepang dengan cara yang lebih mudah, melalui kerjasama yang sudah dijalin sejak 2011 dengan beberapa universitas di Jepang. Semoga Allah selalu mudahkan perjuangan ini. Aamiin YRA," ujarnya. (BBR)


Penulis :Kusuma
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview