Imbas Wabah Corona Ini, Wisata Babel Slow Down, Gubernur Utamakan  Keselamatan Rakyat

Ahada
Imbas Wabah Corona Ini, Wisata Babel Slow Down, Gubernur Utamakan  Keselamatan Rakyat
Pariwisata Bangka Belitung Slow Down. (Firly/babelreview)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW.CO.ID – Mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19) di dunia dan Indonesia memberikan dampak buruk terhadap berbagai sektor.

Di Bangka Belitung salah satu sektor yang paling terdampak adalah pariwisata. Akibatnya berbagai industri pariwisata seperti destinasi wisata, hotel, restoran, biro perjalanan dan transportasi mengalami kelesuan.   
Kasi Promosi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung Achmad Fajri mengatakan, tingkat kunjungan ke Bangka Belitung baik pengunjung domestik muapun mancanegara mengalami penurunan.

Ini pun berdampak bagi para pengusaha hotel dan restoran di Bangka Belitung.
“Teman-teman PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) mengatakan memang tingkat hunian turun drastic. Di awal tahun yang biasanya memang turun ditambah lagi dengan virus corona ini di Bangka Belitung lebih turun lagi,” kata Fajri.
Dengan kondisi seperti ini, PHRI pun meminta kebijakan dari pemerintah pusat untuk membebaskan 10 persen pajak hotel.

Dikatakan Fajri, terkait hal ini Dinas Disbudpar Babel sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata namun karena yang membuat regulasi perpajakan adalah Kementerian Keuangan, maka kebijakannya ada ditangan Kementerian Keuangan.
Mengenai promosi dan publikasi pariwisata dalam situasi saat ini, dikatakan Fajri, sesuai dengan imbauan dari pemerintah pusat agar menunda menggelar event dan menjauhi pusat keramaian maka untuk sementara ini semua kegiatan promosi dan publikasi hanya melalui media onlie dan media elektronik.

Berbeda dengan kegiatan promosi sebelumnya yakni dengan menggelar pameran di dalam maunpun luar negeri.
“Tentunya dengan mewabahnya virus Corona kami tetap berpromosi, tetapi memang kita mencari media yang paling aman dan media yang paling aman adalah media online dan elektronik. Kami juga tidak lupa menyiapkan waktu ini untuk meningkatkan lagi SDM kita,” katanya.
Terkait dengan Calendar of Event Wonderful Indonesia 2020 di Bangka Belitung, yakni Sungailiat Triathlon, Toboali City on Fire, Festival Tanjung Kelayang dan Festival Pesona Jalur Rempah, pelaksanaannya menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Seperti Sungailiat Triathlon yang sedianya akan digelar bulan depan terpaksa ditunda sampai dengan waktu yang belum ditentukan karena harus melihat kondisi dan perkembangan yang ada.
“Kalau Toboali City on Fire itu rencananya sesuai jadwal bulan Juli, Festival Tanjung Kelayang dan Festival Pesona Jalur Rempah di bulan November. Harapan kita sama-sama di Indonesia khususnya di Bangka Belitung penyebaran virus corona ini akan mereda,” harapnya.

Lesunya sektor pariwisata saat ini juga memukul para pengusaha perhotelan di Bangka Belitung.

Ketua PHRI Kota Pangkalpinang, Sumiati menyebutkan, dengan adanya virus Corona (Covid-19) ini sangat berdampak pada dunia perhotelan.

Berdasarkan hasil  data yang dikumpulkan terjadi penurunam yang sangat drastis imbas dari virus corona tersebut.

"Kalau kita bicarakan Bangka Belitung saat ini hotel-hotel dalam dua minggu terakhir ini mengalami penurunan yang luar biasa. Bahkan ada beberapa hotel tidak ada tamu yang menginap sama sekali, kalaupun ada tamu hanya terisi 2 kamar," ujar Sumiati. 
CEO Bangka City Hotel ini juga menyebutkan, merasakan banyak sekali perubahan, apalagi sekarang banyak meeting yang dibatalkan, karena adanya surat edaran bahwa dilarang melakukan pertemuan atau melakukan perjalanan dinas.
"Di Bangka City Hotel sendiri mulai per tanggal 20 Maret 2020, seluruh meeting yang sudah dipesan, semuanya sudah dibatalkan. Jadi tidak ada kegiatan meeting lagi," ucapnya.
Ia menyebutkan, strategi PHRI Kota Pangkalpinang dengan terus memberi pelayanan terbaik kepada tamu yang datang.
"Tapi kalau memang semua provinsi melarang pertemuan dan perjalanan dinas, kami sebagai PHRI pun tidak dapat banyak bergerak," ujarnya.
Sumiati menyebutkan, apabila kondisi ini terjadi berkepanjangan, akan berpengaruh pada perekonomian Provinsi Babel. 
"Dunia perhotelan mengandalkan segi parawisata. Tentu hal ini akan berimbas pada ekonomi, hotel-hotel akan mulai mengurangi atau merumahkan karyawan, karena tidak balance operasional dengan income," bebernya.
Sumiati berharap, kegiatan pertemuan lokal jangan sampai ditiadakan, karena para peserta berasal dari Provinsi Babel. 
"Kita tahu karena hanya orang lokal, tidak ada tamu dari luar Insya Allah aman. Intinya kami berharap tidak adanya pembatalan meeting lokal di Provinsi Babel khususnya," harapnya.
Keresahan pelaku pariwisata ini dirasakan betul oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman.
Menurut orang nomor satu di Negeri Serumpun Sebalai ini, penyebaran Covid-19 di dunia dan di Indonesia telah membawa dampak terhadap kondisi perekonomian Bangka Belitung.
Sektor yang sangat terdampak adalah industri pariwisata, hotel, restoran, biro perjalanan dan maskapai penerbangan. 
Untuk iti Gubernur Erzaldi segera akan menjadwalkan bertemu dengan pihak PHRI Bangka Belitung guna membicarakan kondisi terkini dan langkah yang akan diambil.
Menurut Gubernur, sektor pariwisata Babel sedang berkembang. Namun apa hendak dikata, karena ada musibah corona ini, mengakibatkan sektor yang baru berkembang ini akhirnya terpukul untuk sementara.
Dalam kondisi seperti ini, kata Gubernur, pilihannya adalah lebih mengutamakan keselamatan rakyat Bangka Belitung terlebih dahulu.
Setelah musibah ini reda, maka perioritas selanjutnya kembali membangun sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan UMKM.
"Selama pintu gerbang (bandara dan pelabuhan) kita terkawal dengan baik maka kita yakin akan berjalan dengan lancar. Makanya kita akan kawal pintu gerbang kita dengan baik. Kami akan menambah lagi untuk protek sebelum berangkat (ke Babel) mereka harus menulis nama, nomor telp, berapa hari lama di Babel dan dimana mereka menginap. Itu akan memudahkan kita melakukan pemantauan,” ujarnya. 
Dengan bantuan dan keperdulian seluruh masyarakat Babel, Gubernur berharap dan berdoa, musibah corona ini cepat berlalu dan untuk selanjutnya Bangka Belitung kembali bergerak membangun ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung. (BBR)