PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Muhammad Syahrial selaku Inspektur Daerah Kota Pangkalpinang turut serta dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang pada hari ini, Senin (13/10/2025). Rapat tersebut membahas pengendalian inflasi daerah serta evaluasi kontribusi pemerintah daerah terhadap program 3 juta rumah dari Kementerian Dalam Negeri.
Dalam rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, dipaparkan bahwa tingkat inflasi nasional secara tahunan (year on year) mencapai 2,65% dengan inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,21%.
Sementara itu, Kota Pangkalpinang mencatatkan inflasi pada Oktober masih sama dengan bulan September yaitu sebesar 1,75% secara tahunan dan 0,59% secara bulanan.
Menurut Syahrial, angka inflasi ini masih berada di bawah target inflasi nasional yang ditetapkan pada kisaran 2,5% plus minus 1%, dengan batas bawah 1,5% dan batas atas 3,5%.
Berdasarkan data BPS Babel, inflasi tahunan tercatat 1,82% dan inflasi bulanan 0,46%. Kontributor utama inflasi nasional berasal dari sektor makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,43%. Begitu pula di Pangkalpinang, inflasi didominasi oleh kelompok yang sama dengan kontribusi mencapai 1,90%.
Paparan dari Kemendagri menunjukkan bahwa Pangkalpinang termasuk dalam 10 daerah dengan inflasi terendah di bulan Oktober ini sama halnya dengan nilai inflasi di bulan September lalu dengan angka 1,75% secara tahunan.
Melihat kondisi ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus menjaga kestabilan harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Diharapkan melalui rapat koordinasi tersebut dapat tercipta langkah-langkah efektif dalam pengendalian inflasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.








