Ini Rahasia Jalan Pattimura Belitung Jadi Rebutan Owner Hotel Bintang

Ahada
Ini Rahasia Jalan Pattimura Belitung Jadi Rebutan Owner Hotel Bintang
Sederet hotel berbintang berada di Jalan Pattimura Tanjungpandan Belitung. Fairfield by Marriott dan BW Suite adalah dua nama hotel besar, yang sudah pasti punya view laut memukau. (Foto::ichsan)

TANJUNGPANDAN, BABELREVIEW.CO.ID -- Secara geografis Tanjungpandan diuntungkan dengan letaknya yang berada di pesisir pantai.

Saat pantai menjadi magnet pariwisatanya, maka kawasan yang punya akses dekat dengan pantai pun jadi mudah untuk dikembangkan sebagai pusat wisata. 

Kawasan tersebut harus memiliki fasilitas lengkap bagi wisatawan yang di antaranya adalah berbagai pilihan akomodasi tempat menginap, tempat makan, tempat hiburan, tempat oleh-oleh, hingga akses menuju tempat wisata.

Ia menjadi kawasan terpadu yang membuat wisatawan merasa serba mudah. Karena dengan waktu liburan yang terbatas, efektifitas dan efesiensi waktu jadi pertimbangan penting bagi wisatawan.

Jalan Pattimura memenuhi kualifikasi itu. Jaraknya yang hanya berjarak sekitar 100 meter dengan garis pantai Tanjungpendam adalah modal utamanya. Tentu saja pemandangan pantai pun jadi 'jualan' para pelaku industri perhotelan.

Sederet hotel berbintang berada di sini. Fairfield by Marriott dan BW Suite adalah dua nama hotel besar, yang sudah pasti punya view laut memukau. Nama terakhir kerap menjadi pilihan berbagai acara besar berlevel nasional karena juga punya ruang pertemuan (hall) yang representatif.

Sedangkan Fairfield by Marriott dengan nama besarnya, menghadirkan kemewahan tropis di pesisir Belitung. Lihat saja taman tepi pantai yang dihadirkan antara bangunan utama hotel dengan bibir pantainya yang sungguh menawan.

Tidak hanya itu, di Jalan Pattimura juga terdapat Hotel Bahamas, Hotel Grand Orion, serta jangan lupakan juga Hotel La Lucia yang menawarkan pengalaman hotel berkonsep butik dengan interior designyang cantik.

Di La Lucia, karena sadar suasana pantai menjadi keistimewaannya, mereka juga menyediakan rooftop untuk menyaksikan sunset sembari menikmati sajian BBQ yang menggugah selera. 

Tidak hanya hotel-hotel besar, wisatawan pun dapat memilih homestay, penginapan, atau hotel kelas melati yang sesuai denganbudget ataupun bagi mereka yang memang sengaja memilih konsep backpacker dalam perjalanan wisata mereka.

Dengan tarif mulai 150 ribu hingga 300 ribuan, wisatawan pun tetap dapat merasakan pengalaman menginap di kawasan tepi pantai Belitung. 

Beriringan dengan perkembangan pesat akomodasi perhotelan, usaha kuliner juga tumbuh dengan cepat di Jalan Pattimura. Hampir selalu ada tempat makan baru yang bermunculan.

Segmentasinya pun beragam. Ini penting, karena soal makan berkaitan dengan selera banyak orang.  Bagi yang mencari suasana pantai, Akaula Cafe harus masuk dalam daftar pertama.

Bagaimana tidak, cafe tersebut berada persis di bibir pantai. Menamai dirinya sebagai 'warung sunset', pemandangan matahari tenggelam memang jadi 'menu utama' Akaula selain berbagai makanan dan minumannya yang tersedia. 

Bagi wisatawan yang menginginkan suasana yang lebih tenang saat makan bersama keluarga, maka Tekko bisa jadi pilihan. Restoran tersebut berada di pertengahan Jalan Pattimura.

Ada pula P & R, restoran ini spesial menyajikan makanan internasional seperti steak serta western food lainnya yang cocok bagi wisatawan mancanegara. 

Pilihan lainnya, warung-warung dengan menu seafood khas Belitung juga berjejeran di sepanjang Jalan Pattimura. Jangan lupakan juga, warung kopi otentik dari Belitung, Kongdjie yang juga punya cabangnya di sini yaitu Kongdjie Pattimura. (BBR)

Penulis: Ichsan