Ini Temuan Tim Jejaring Pangan Babel Saat Sidak di Sungailiat

kasmirudin
Ini Temuan Tim Jejaring Pangan Babel Saat Sidak di Sungailiat
Tim Jejaring Pangan Bangka Belitung kembali melakukan pengawasan pangan ke tiga lokasi pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Sungailiat, Jumat (3/5/2019). (Foto: Irwan)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Dua hari jelang bulan suci Ramadan 1440 Hijriah, atau tepatnya pada Jumat (3/5/2019) Tim Jejaring Pangan Bangka Belitung kembali melakukan pengawasan pangan ke tiga lokasi pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Sungailiat, Kabupaten Bangka, yakni Pasar Kite Sungailiat, Pasar Higienis Air Ruai dan Chrisko 2.

Tim Jejaring Pangan yang terdiri dari Dinas Pangan Babel, Dinas Perindag Babel, Badan POM Babel, Satpol PP Babel, Biro Humas dan Protokol Setda Babel, memulai pengawasan ke Pasar Kite Sungailiat. Di Pasar Kite Tim Jejaring menemukan susu bubuk yang dijual dan dikemas dalam kantong plastik tanpa label dan izin edar.

Mendapati hal tersebut, BPOM langsung memberikan teguran kepada penjual untuk tidak menjual kembali susu bubuk tersebut. Karena menyalahi aturan yang berlaku.

Selain itu, tim juga melakukan uji sampel terhadap sayur mayur khususnya tomat lokal yang diperjualbelikan di Pasar Kite. Dari hasil pengujian, tomat tersebut aman untuk dikonsumsi dan dinyatakan negatif dari residu pestisida.

Tim melanjutkan pengawasan ke Pasar Higienis di Air Ruai. Di pasar ini, Tim Jejaring tidak mendapati temuan yang menyalahi aturan terhadap penjualan bahan kebutuhan pangan.

Selanjutnya, tim ke Mini Market Chrisko 2. Di tempat itu ditemukan sejumlah kemasan kaleng kental manis penyok dan susu bubuk yang kemasannya telah rusak. Di tempat yang sama juga ditemukan makanan kemasan yang tidak memiliki masa kadaluarsa.

PPNS Disperindag Babel Zaldi mengungkapkan, dari hasil pengawasan yang dilakukan, ditemukan hal yang sama dari sebelumnya, yaitu produk-produk yang sudah kadaluarsa dan kemasan produk yang rusak.

"Makanan yang diproduksi oleh IKM, diharapkan dapat mencantumkan masa kadaluarsanya," kata Zaldi di sela sela pengawasan yang dilakukan.

Hal senada diungkapkan Koordinator Tim Jejaring Pangan Babel, Adrianus Fajar. Katanya, hasil pemantauan yang dilakukan di tiga lokasi ditemukan produk yang masih  beredar dengan masa expired-nya sudah habis, serta tidak ditemukan zat berupa residu pestisida.

Fajar mengimbau kepada masyarakat luas, agar lebih cerdas dalam membeli produk makanan yang akan dikonsumsi. (BBR)


Penulis  : Irwan  
Editor    : Kasmir
Sumber  : Babel Review