Inilah Penyebab Robohnya Jerambah Gantung, Kontraktor Tetap Diminta Bertanggung Jawab

Irwan
Inilah Penyebab Robohnya Jerambah Gantung, Kontraktor Tetap Diminta Bertanggung Jawab

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang Suparlan Dulaspar menjelaskan bahwa penyebab robohnya kontruksi Jembatan Air Kerabut atau Jerambah Gantung disebabkan karena faktor human error.

"Salah satu balok girder yang sudah terpasang dan tegak diatas lima itu, salah satunya terpelintir jadi berpengaruh pada yang lain," kata Suparlan, Sabtu (17/10/2020) dalam konferensi pers di Kedai 8, Pangkalpinang.

Ia mengatakan dalam kajian teknis sudah dirapatkan dan semua menjadi tanggung jawab kontraktor proyek yakni PT Karya Mulia Nugraha.

“Sebagai informasi keuangan baru dibayar 50 persen dari nilai proyek. Sebenarnya kalau balok itu sudah terpasang progresnya hampir 70 persen. Untungnya dalam kejadian itu tidak ada korban meninggal," ujarnya.

Suparlan menuturkan, proyek pengerjaan Jerambah Gantung tetap dilanjutkan dengan membuat pondasi baru.

“Secara teknik pengerjaan proyek ini sudah memenuhi standar oleh perencana dan kami sendiri," sebutnya.

Ia menegaskan, atas kejadian ini pihaknya tidak akan menambah anggaran sesuai kesepakatan dan tetap menjadi tanggung jawab kontraktor.

"Ini kejadian di luar prediksi kami, kontraktor siap bertanggung jawab penuh atas pembangunan jembatan ini," katanya.

Dijelaskan Suparlan, pembangunan Jerambah Gantung berfungsi sebagai penghubung dan mempercepat akses masyarakat Kota Pangkalpinang.

“Jelas diuntungkan secara ekonomi dari sisi perdagangan dan juga memangkas jarak tempuh dari Pangkalpinang menuju Balun Ijuk atau ke kampus UBB,"ujarnya.

Dengan hadirnya Jerambah Gantung ini tentu akan meningkatkan sektor perekonomian masyarakat Kota Pangkalpinang karena mempermudah akses untuk perputaran barang dan jasa.

“Untuk hasil sentra pertanian dari Balun Ijuk mungkin bisa murah karena jarak tempuh lebih dekat. Tidak ada sia-sia dibangun Jarambah Gantung. Ini merupakan program strategis Pemkot Pangkalpinang,” jelasnya.

Sebelumnya pada Jumat (16/10/2020) malam, kontruksi Jerambah Gantung senilai Rp 25 miliar lebih roboh dalam proses pengerjaan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dua orang pekerja mengalami luka-luka. (BBR)

Penulis: Gusti

Editor: Irwan