Insentif Petugas Medis Covid-19 Terlambat Dibayar, Ini Kata Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang

kasmirudin
Insentif Petugas Medis Covid-19 Terlambat Dibayar, Ini Kata Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, dr. M. Fauzan. (Foto: Gusti Randa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, dr. M. Fauzan, angkat bicara terkait keterlambatan pembayaran insentif petugas medis Covid -19 di rumah sakit daerah tersebut selama tiga bulan terakhir. 

Fauzan mengatakan, keterlambatan pembayaran insentif selama tiga bulan tersebut, karena pada awalnya belum ada pola tarif insentif untuk petugas Covid-19.

Menurut Fauzan, sebelumnya pihak rumah sakit masih menggunakan di bawah tarif DKI Jakarta untuk seluruh petugas.

"Akan tetapi setelah 27 April 2020 keluar SK Kemenkes RI yang sudah mengatur besarnya insentif untuk petugas Covid-19 yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat/bidan serta tenaga kesehatan lainnya. Setelah melakukan kajian bersama Bakeuda dan rapat bersama perwakian petugas Covid-19, kita putuskan untuk merubah usulan awal," kata Fauzan saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2020).

Ia juga menjelaskan, anggaran tersebut sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang, dalam waktu dekat akan segera dicairkan.

"Jadi uangnya sudah disiapkan, dalam minggu ini Insya Allah sudah bisa dicairkan mengikuti pola pembayaran insentif dari kementerian yang nominalnya lebih besar dari usulan awal," katanya.

BACA: 

Gara-gara 1 Positif Covid, Seluruh Karyawan Bank Sumsel Toboali Rapid Test, Hasilnya 4 Karyawan Reaktif

Fauzan menuturkan, pihak manajemen RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang sangat memikirkan keselamatan serta kesejahteraan petugas Covid-19 di lingkungannya. Hal tersebut terbukti selain meningkatkan insentif, manajemen juga mempersiapkan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai zona yang sudah ditetapkan.

Selain itu, pihaknya juga memberikan extra fooding seperti susu, telur, madu serta makanan dan suplemen untuk petugas Covid-19 RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang.

Ia menyebutkan, sebagai rumah sakit yang ditunjuk oleh Kemenkes RI sebagai 132 rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging, Pemkot Pangkalpinang sangat serius dan mendukung kebutuhan untuk memutuskan rantai penularan Covid -19 ini.

"Selain refocusing anggaran untuk kesehatan, RSUD Depati Hamzah dalam waktu dekat akan dilengkapi dengan ruangan isolasi bertekanan negatif, laboratorium dengan bio safety level 2, serta kamar operasi khusus pasien dengan Covid-19. Walaupun Covid-19 semoga cepat berlalu, semua ruangan ini tetap akan terpakai untuk penyakit infeksi menular lainnya," tutup Fauzan. (BBR)


Penulis : Gusti Randa

Editor   : Kasmir