BABELREVIEW.CO.ID – Kondisi internal Yamaha Rider Federation Indonesia (YRFI) Provinsi Bangka Belitung (Babel) semakin memanas seiring dengan keterlambatan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov), yang telah menyebabkan banyak anggota mengajukan pengunduran diri.
Fajar Setiawan, selaku Eks Ketua YRFI Babel periode 2017-2020, menyampaikan sejumlah keluhan terkait pengelolaan organisasi yang baru, di antaranya tidak pernah melibatkan anggota dalam penyelenggaraan kegiatan dan tidak adanya kegiatan yang dilakukan secara mandiri selama kepengurusan yang baru.
“Ya menurut informasi yang diterima, YRFI Babel saat ini tidak pernah menyelenggarakan acara secara mandiri, melainkan selalu mengikuti atau ‘numpang’ dalam acara yang diselenggarakan Yamaha. Selain itu, struktur organisasi YRFI juga tidak pernah diinformasikan kepada seluruh anggota,” ujar Fajar kepada awak media, Senin (12/1/2026).
Yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Musprov yang seharusnya dilaksanakan setiap 3 tahun sekali, baru terlaksana setelah 6 tahun. Padahal, Musprov yang seharusnya digelar pada tahun 2023 baru dijadwalkan setelah terpilihnya Sekjen YRFI Nasional menjadi Ketua YRFI Nasional pada Desember 2025.
“Seharusnya Sekjen YRFI Nasional waktu itu yang berdomisili di Babel tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut, sebelum perubahan kepemimpinan Nasional pada Desember 2025, sedangkan Ketua YRFI Babel saat ini hanya memperkenalkan diri di luar saja tapi tidak memperbaiki di internal itu sendiri,” jelasnya.
Fajar juga menambahkan, Musprov YRFI Babel seharusnya menjadi ajang untuk memilih kepengurusan baru dan menyusun rencana kerja organisasi untuk periode berikutnya.
“Saat ini ada beberapa anggota yang mengundurkan diri, karena sebelumnya tidak ada kejelasan terkait pelaksanaan Musprov, baru-baru ini diagendakan tanggal 25 Januari 2026 untuk dilaksanakan Musprov tersebut,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak pengurus YRFI Babel belum memberikan tanggapan resmi terkait keterlambatan Musprov dan gelombang pengunduran diri anggota.
YRFI Babel memiliki peran penting dalam menyatukan komunitas pengendara Yamaha di Babel, mulai dari kegiatan edukasi keselamatan berkendara hingga perlombaan otomotif yang positif. Semoga masalah internal ini dapat segera terselesaikan agar organisasi bisa kembali fokus pada tujuan utamanya.









