Jadi Aset Babel Tersimpan Ribuan Tahun, Goresan Merah Bukit Batu Kepala Kini Dijaga

Ahada
Jadi Aset Babel Tersimpan Ribuan Tahun, Goresan Merah Bukit Batu Kepala Kini Dijaga
Tim dari Kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi dan Kantor Balai Arkeologi Palembang Sumsel bersama instansi terkait mendatangi Gua Bukit Batu Kepala di Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (10/9/2020). (lulul)

SIMPANGRIMBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Untuk mengetahui keberadaan manusia prasejarah di Bukit Batu Kepale Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan dan sekitarnya, maka harus menemukan terlebih dahulu kerangkanya. Bila kerangka ditemukan akan diketahui rasnya.

Menurut Kepala Kantor Balai Arkeologi Palembang Budi Wiyana, temuan ini akan terus ditindaklanjuti tahun depan, dan rencananya penelitian Bukit Batu Kepale dan sekitarnya akan  diusahakan multidisiplin.

"Kalau kami maunya  yang ideal multidisipliner bersinergi, lintas instansi. Karena selama ini kita belum ada dengar prasejarah Bangka, kosong sama sekali, pertanyaan besar itu. Dan dengan temuan ini kita harap akan ada temuan yang lain. Bagi kami momen itu sangat penting. Kami akan mendorong dinas terkait, dan akan kita informasikan ke pusat. Ini perlu dilestarikan, ini sudah terlindungi ribuan tahun," ungkap Budi, usai melakukan kunjungan ke Bukit Bati Kepala bersama Kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, serta Staf Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SKW 3 Resort Bangka Dedi Susanto dan Zainal Mutaqin, Kamis (10/9/2020).

Penemuan ini sangat spesial bagi arkeolog, pasalnya belum pernah ditemukan bukti budaya prasejarah dari Pulau Bangka, termasuk budaya Seni-Cadas.

Selain itu gambar-gambar di Bangka berada di ceruk dengan batuan penyusunnya Granit, di Indonesia hal ini belum pernah dijumpai. Kemungkinan ini bisa menjadi petunjuk awal, telah dihuninya Pulau Bangka oleh leluhur bangsa Indonesia yang saat itu telah menguasai seni.

Dedi Susanto, mewakili BKSDA Sumatera Selatan berharap dengan ditemukannya situs objek prasejarah ini semakin menambah potensi kekayaan di Taman Wisata Alam Bukit Permisan,

"Dengan adanya situs ini menambah potensi kekayaan baik wisata, sejarah dan bernilai tinggi bagi kawasan TWA Gunung Permisan,  Kabupaten Bangka Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung umumnya," harapnya.

Ia menitipkan pesan agar masyarakat menjaga potensi alam ini, juga pengunjung yang hendak melihat situs yang satu-satunya di Bangka Belitung tersebut.

"Diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian potensi ini dari kerusakan, baik dari alam maupun ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.  Dengan menjaga dan melestarikan potensi ini berarti kita menjaga warisan anak cucu kita", pesannya. (BBR)
Laporan: kulul sari