Jadi Tuan Rumah Kegiatan Nasional Inti Bangsa, Wagub Setuju Babel Jadi Pilot Project

kasmirudin
Jadi Tuan Rumah Kegiatan Nasional Inti Bangsa, Wagub Setuju Babel Jadi Pilot Project
Pengurus Cagar Budaya dan Direktorat Sejarah Dijten Kebudayaan Kemendikbud RI, saat diterima Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah, Rabu (22/5) pagi di Ruang Tanjung Pendam, Lantai II Kantor Gubernur Bangka Belitung. (Pemprov Babel)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Beliting, Drs. H. Abdul Fatah, M.Si, didampingi Kepala Dinas Parawisata Provinsi Bangka Belitung Rivai dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung M Soleh, menerima kunjungan Pengurus Cagar Budaya dan Direktorat Sejarah Dijten Kebudayaan Kemendikbud RI, pada Rabu (22/5) pagi di Ruang Tanjung Pendam, Lantai II Kantor Gubernur Bangka Belitung.

Kedatangan Pengurus Cagar Budaya dan Direktorat Sejarah Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI ini, untuk melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentang akan dijadikannya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Nasional Inti Bangsa pada tanggal 16 - 19 Juli 2019 mendatang.

Wagub Abdul Fatah mengatakan, Provinsi Bangka Belitung pada bulan Juli mendatang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Nasional Inti Bangsa, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan bagi para guru SMP se Indonesia, dengan cara melakukan kunjungan ke tempat bersejarah di Provinsi Bangka Belitung khususnya di Pulau Bangka.

 “Pada kegiatan hari ini adalah untuk menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan pada anak-anak SMA dan SMP. Oleh sebab itu disusunlah sebuah program oleh Kemendikbud, bahwa pada bulan Juli nanti, akan membuka cakrawala berpikir dari para pemuda untuk melihat kondisi aktual nilai-nilai kebangsaan yang ada provinsi Babel, tepatnya ada di Pulau Bangka,” katanya.

Oleh sebab itu, Abdul Fatah setuju kalau Provinsi Bangka Belitung dijadikan pilot project oleh Kemendikbud dalam lawatan sejarah pada kegiatan Nasional Inti Bangsa. Sebab Babel memiliki peninggalan sejarah bangsa yang lengkap, yaitu dimulai dari tempat pengasingan sampai bukti sejarah foto-fotonya.

“Akan dilakukan kegiatan-kegiatan mengobservasi langsung ke tempat peninggalan sejarah dan saya katakan itu sangat cocok, Pulau Bangka dijadikan pilot project. Karena adanya peninggalan sejarah berdirinya bangsa Indonesia secara aktual tergambar, mulai dari pengasingannya, foto-foto juga masih ada, dan pesanggrahan tempat mereka berkumpul juga ada, penginapan juga ada sebagai tempat  bersama-sama membangun sinergi untuk memerdekakan negeri ini” tuturnya.

Sementara itu, Andi Syamsul Rizal, Kasubdit Pembinaan dan Kesejarahan Direkorat Sejarah Ditjen kebudayaan Kemendikbud menjelaskan, kegiatan Nasional Inti Bangsa adalah suatu wadah untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui guru SMP dan ada dua lokasi kegiatan Nasional Inti Bangsa, yaitu di Kota Pangkalpinang dengan sarannya untuk guru IPS SMP dan yang kedua Guru SMA yang akan dilaksanakan di Ambon.

“Pesertanya guru IPS seluruh Indonesia, yang diambil dua guru dari satu provinsi, totalnya ada 74 Guru SMP dan 6 orang dari Babel totalnya 80 orang,” katanya.

Andi Syamsul lebih jauh menjelaskan, agendanya yang akan dilakukan adalah melakukan lawatan mengunjungi objek-objek sejarah secara nasional,yang berada di Kota Pangkalpinang dan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Karena disana ada sejarah wisma ranggam, menumbing dan lainnya.

Agenda lainnya tambah Andi Syamsul, nantinya peserta akan mengunjungi dua sekolah SMP yang menjadi model nasional untuk sekolah bernuansa sejarah yaitu SMP 1 Pangkalpinang dan SMP 1 Muntok.

“Tujuannya kegiatan ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaaan kepada para guru, sebab guru sekarang ini sebagai agen perubahan penguatan karakter anak,” katanya.

Dia menambahkan, karakter yang akan dibangun itu nantinya nilai-nilai kebangsaan yang ada di obyek sejarah tersebut, yaitu akan memunculkan nilai rasa persatuan dan nasionalisme.

“Misalnya museum timah itu tempat bersidangnya para tokoh-tokoh nasional, untuk menentukan nasib bangsa ini. Makanya, Pangkalpinang disebut Kota Pangkal Kemenangan,” pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Mislam (CJ) 
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review