Jaga Ketahanan Pangan, BUMDes Bukit Layang Siap Jalin MoU dengan APSI Babel Budidaya Sorgum

Ibnuwasisto
Jaga Ketahanan Pangan, BUMDes Bukit Layang Siap Jalin MoU dengan APSI Babel Budidaya Sorgum
Kepala Desa Bukit Layang, Andry foto bersama dengan Ketua APSI Babel, Deddy Hartadi dan para peserta sosialisasi di Gedung Rapat Kantor Desa Bukit Layang, Selasa (7/7/2020). (Foto.Ist)

BAKAM, BABELREVIEW.CO.ID - Saat ini tanaman sorgum sudah dijadikan sebagai salah satu produk program ketahanan pangan oleh pihak pemerintah pusat. Sorgum bisa dikatakan dapat menjadi solusi tepat untuk menjaga ketahanan pangan di Provinsi Bangka Belitung.

Melihat potensi tersebut, Pemerintah Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Bangka, melangkah cepat akan melakukan budidaya penanaman sorgum. Menindaklanjuti hal itu, pihaknya mengandeng Asosiasi Petani Sorgum Indonesia Wilayah Provinsi Bangka untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan materi sorgum sebagai ketahanan pangan nasional.

Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kades Bukit Layang, Andry dan pengisi materi oleh Ketua Penggiat APSI Babel, Deddy Hartadi yang dilaksanakan di Gedung Rapat Kantor Desa Bukit Layang, Selasa (7/7/2020).

Pada kesempatan tersebut, Andry menyampaikan apresiasi kepada Ketua APSI Babel yang telah bersedia melakukan sosialisasi terkait sorgum kepada masyarakat dan pada kelompok tani.

"Dan kami sangat mendukung sekali program penanaman sorgum ini, karena hal ini akan menjadi ketahanan pangan nasional dalam menghadapi situasi new normal era Covid-19. Saat ini harus meningkatkan kembali perekonomian di tingkat masyarakat, karena itu merupakan urat nadi desa," ujarnya.

Menurutnya, bagaimana desa ingin menjadi mandiri harus ada gebrakan dan inovasi-inovasi yang harus diciptakan. Ia menjelaskan apa yang akan dilakukan tersebut dapat menjadi terobosan baru diantara 74 ribu desa yang ada di Indonesia.

"Ketahanan pangan berbasis sorgum ini diharapkan dapat mengganti makanan utama seperti beras. Dengan tagline tidak ada masyarakat Desa Bukit Layang yang kelaparan lagi, mudah mudahan sorgum ini dapat menjadi salah satu alternatif pangan," imbuhnya.

Ia menuturkan yang mana Pemerintah Desa Bukit Layang melalui BUMDes akan membuat MOU kerjasama dengan APSI untuk melakukan penanaman sorgum di lahan milik desa dengan luas kurang lebih 100 hektar. Yang mana nantinya melalui BUMDes dapat menggali PAD desa, sehingga desa dapat maju.

Lebih lanjut, Kades Bukit Layang berharap kedepannya dapat dibangun pabrik pengolahan sorgum di Desa Bukit Layang. Dan produk turunan dari sorgum dapat dikerjakan oleh UMKM yang ada sehingga menghasilkan profit, dan daripada itu produk turunan dapat go internasional.

"Kami mengharapkan support dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk memberikan dukungan terhadap suatu gerakan yang nyata ini untuk menjadi pelopor di Provinsi Bangka Belitung. Kedepannya kita menginginkan agar seluruh desa yang ada di Provinsi Bangka Belitung dapat mengikuti jejak ini. Dan saya inginkan MOU kerjasama dengan APSI ini dapat secepatnya dilaksanakan," tutup Andry.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua Asosiasi Petani Sorgum Indonesia (APSI) Provinsi Bangka Belitung, Kades Bukit Layang, Danramil 0413-6/Sungailiat, Ketua BPD Bukit Layang, PPL, Gapoktan, Poktan dan tokoh masyarakat. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor : 

Sumber : Babel Review