Jalan Panjang Jualan Wisata Babel

Admin
Jalan Panjang Jualan Wisata Babel
foto:ilustrasi/net

SUNGAILIAT, BABEL REVIEW – Ketua Asosiasi Sales Travel Indonesia (Asati) Bangka Belitung Yuna Ekowati mengatakan kawasan pariwisata adalah kawasan yang berkesinambungan dan memiliki multiplier effect bagi sektor lain. Dalam Kawasan pariwisata terdapat beberapa destinasi atau daya tarik, perhotelan/ akomodasi, produk lokal dan budaya. Yuna menilai kawasan pariwisata di Bangka Belitung sudah ada mulai berkembang di beberapa kabupaten. Apabila setiap kawasan pariwisata di Bangka Belitung digarap dengan baik dan terencana dapat mempermudah agen travel dalam menjual paket wisata.

“Seperti di pantai timur Sungailiat contohnya, setiap destinasi tidak memerlukan waktu yang lama untuk mencapainya karena memang wisatawan suka yang seperti itu. Kalau kita pergi ke Muntok dari Pangkalpinang itu nothing to see jadi orang boring karena kawasan tidak hidup. Kalau semua daerah bisa digarap seperti Sungailiat itu akan baik,” ungkap Yuna. Di beberapa kawasan pariwisata lain sudah berkembang destinasi yang menjadi daya tarik wisatawan, namun yang menjadi kendalanya adalah akomodasi yang masih terbatas dan minimnya fasilitas umum di lokasi wisata.

 “Karena yang masuk ke Bangka itu bukan orang (wisatawan) muda tapi sudah setengah umur ke atas jadi kita lihat tempatnya seperti apa, kalau susah untuk didatangi mereka tidak mau. Karena yang mereka inginkan adalah kenyamanan,” ujarnya. Yuna melihat perkembangan sektor pariwisata di Bangka Belitung diibaratkan seperti orang yang baru bangun tidur yang ingin mulai bergerak lebih aktif namun kembali malas-malasan.

Orang baru bangun tidur diartikan bahwa pada periode Januari dan Februari sektor pariwisata sedang low season. Memasuki bulan Maret sektor pariwisata ingin mulai bergerak aktif namun karena harga tiket pesawat terbang masih melambung, membuat sektor ini lesu. “Tapi kalau saya lihat kedepannya akan kembali bagus, beberapa hari lalu sudah ada yang masuk permintaan walaupun skalanya kecil dan kita harus optimis,” katanya.

Pemilik Agen Travel Bella Wisata ini menjelaskan, strategi agar dunia pariwisata Bangka Belitung kembali bersinar harus kerja keras dengan melakukan misi penjualan secara gencar dan berkelanjutan. Yuna menceritakan bagaimana ia mengikuti pameran di Shanghai, China yang harus dilakukannya hingga beberapa tahun demi memetik hasil yang maksimal. “Kalau ikut pameran hanya sekali saya anggap itu pekerjaan sia-sia karena harus ikut pameran minimal 3 sampai 4 tahun biar orang tahu ada bangka Belitung.

Sekali pameran orang kurang ngeh, di tahun kedua orang lihat ada lagi, tahun ketiga orang mulai mau tahu. Wisatawan harus tahu dulu, kalau tahu cocok atau tidak, kalau cocok baru bikin planning, sudah planning baru datang. Jadi kurun waktunya Panjang,” jelasnya. Selain itu, Yuna juga secara rutin ikut beberapa table top untuk melakukan business to business baik di dalam maupun luar negeri agar promosi pariwisata tepat sasaran.

“Memang table itu mahal 800 Dolar Amerika dari pukul 10.00-17.00. Makanya saya bilang kepada member Asati untuk patungan aja ambil table top yang penting ada kerjasama untuk mencapai tujuan itu,” katanya. Menurutnya wisatawan yang datang ke Bangka Belitung sudah sesuai dengan harapan yang diinginkan wisawatan.

Berbagai destinasi pun kini hadir, bukan hanya destinasi wisata alam namun juga destinasi buatan yang menarik pun sudah mulai tumbuh. Namun yang masih menjadi kekurangannya adalah segi budaya Bangka Belitung yang masih minim digarap sebagai daya tarik wisata. Untuk memenuhi permintaan wisatawan, kini Yuna bekerjasama dengan salah satu sanggar tari yang siap tampil mengenalkan seni budaya Bangka Belitung. “Yang kurang bagi wisatawan adalah culture, pada saat mereka datang ingin seperti di bali ada tarian tapi di Bangka tidak ada kecuali ada permintaan tapi biayanya jadi tinggi dan mereka tidak mau.

Di Kembang Katis kita kerjasama dengan satu sanggar jadi kalau ada tamu jumlahnya 50 atas tanpa permintaan pun kita sudah siapkan tarian,” ujarnya. Saat ini paket yang dijual Bella Wisata di Pulau Bangka yakni dengan tujuan Pangkalpinang, Sungailiat, Belinyu, tambah Bangka Tengah selama dua atau tiga hari karena umumnya wisatawan yang datang ke Bangka Belitung untuk mengisi libur diakhir pekan.

Yuna pun sedang menggarap paket lebih dari tiga hari dengan tujuan agar wisatawan lebih lama berada di Bangka dengan menambah tujuan destinasi, yakni ke Muntok dan Toboali, namun yang menjadi kendala di Muntok dan Toboali adalah akomodasi, karena biasanya wisatawan memesan hotel berbintang.

 “Di Bangka Barat dan Bangka Selatan objeknya bagus namun terkendala di akomodasi ditambah lagi fasilitas kurang mendukung, seperti toilet dan infrastruktur jalan. Karena yang wisatawan yang cari itu adalah kenyamanan dan infrastruktur. Namun jika dilihat sekarang sudah sangat baik dibanding beberapa tahun lalu,” ujarnya. (BBR)


Penulis  : Irwan                                                              
Editor    : Sanjay
Sumber  : Babel Review