Jamaah Sholat Idul Fitri 1441 H Wajib Menggunakan Masker

Ibnuwasisto
Jamaah Sholat Idul Fitri 1441 H Wajib Menggunakan Masker
Bupati Bangka Mulkan SH MH saat memimpin rapat dengan MUI Kabupaten Bangka dan Ormas Islam di Rumah Dinas Bupati, Senin (18/5/2020). (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Bupati Bangka bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka dan organisasi masyarakat Islam lainnya gelar rapat dalam membahas pelaksanaan Sholat Idul Fitri dan takbiran dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H di rumah dinas Bupati, Senin (18/5/2020).

Bupati Bangka Mulkan SH MH menyampaikan bahwa pertemuan ini dilaksanakan atas dasar perkembangan Covid-19 yang ada di Kabupaten Bangka. Menurutnya adab beberapa ketentuan yang harus dilakukan, berdasarkan MUI sholat Idul Fitri dapat dilakukan dengan berjamaah dirumah apabila sudah ada kasus Covid-19 di daerah tersebut.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Bangka, Syahbudin Sip dan Wakil I Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Mendra Kurniawan Amd, menghasilkan kesepakatan bersama yang isinya bahwa sholat Idul Fitri dapat dilaksanakan secara bersama sama di Masjid ataupun di lapangan terbuka, tetapi dengan catatan :

1. Menggunakan masker

2. Membawa Sajadah sendiri

3. Tempat pencucian tangan disediakan oleh pelaksana ibadah

4. Pelaksanaan term kepala oleh tenaga kesehatan

5. Pelaksanaan ibadah dilakukan dari pukul 07:00 wib sampai dengan 07:30 wib

6. Tidak ada salaman

7. Tidak ada open house

8. Jarak jamaah minimal 1 meter dan diberi tanda

9. Anak kecil tidak dianjurkan untuk ikut sholat berjamaah

10. Masjid yang tidak menggunakan protokoler Covid-19 dilakukan teguran dan kena sanksi

11. Takbiran tidak dilaksanakan dengan konvoi tetapi diganti menggunakan speaker masjid atau radio

Selanjutnya hasil rapat yang dilaksanakan di Provinsi Bangka Belitung untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri juga diberikan kelonggaran yang harus dilaksanakan di lapangan terbuka.

"Seperti tidak semua masjid akan menggelar sholat Idul Fitri, maka akan diberikan pilihan untuk melakukan sholatnya berjamaah di lapangan terbuka seperti di Taman Sari dan Bina Satria. Tetapi apapun hasil kesepakatan harus disosialisasikan kepada masyarakat," pungkasnya.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review