Jangan Sembarangan New Normal, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

diko subadya
Jangan Sembarangan New Normal, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
ketua Sekretariat GTPP Covid-19 Babel, Mikron Antariksa (BBR/Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Istilah New Normal akhir-akhir ini mulai akrab terdengar.

Hal ini merupakan respon dari kondisi pandemi Covid-19 yang tak tentu kapan ujungnya.

New Normal menjadi salah satu opsi yang nampaknya akan diambil pemerintah.

Kebijakan ini akan mengembalikan aktivitas kehidupan masyarakat kembali seperti semula, setelah sebelumnya dilakukan pembatasan-pembatasan sebagai upaya mencegah penyebaran Corona.

Namun New Normal pun tak sembarang bisa diterapkan, banyak hal-hal yang menyertainya. Karena itu perlu ada pertimbangan sebelum memutuskan hal tersebut termasuk untuk provinsi Bangka Belitung (Babel).

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Babel Mikron Antariksa menyebutkan, ada beberapa syarat, suatu daerah untuk menerapkan kebijakan New Normal atau tatanan kehidupan baru yang produktif dan aman dari virus Corona.

Hingga saat ini, Mikron mengatakan presiden baru merencanakan penerapan kebijakan New Normal di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota.

"Ada beberapa syarat untuk new normal ini, ditinjau dari  zona hijau, kuning atau merah, kalau nilainya kurang 100 itu rendah dan dikatagorikan zona hijau dan yang pertama itu penularan Covid-19 bisa dikendalikan," katanya Jumat (29/5/2020), Kemarin.

Dalam penerapan New Normal untuk pengendalian penularan Corona, daerah harus bisa memastikan panduan dan pedoman protokol kesehatan Covid-19 dapat diterapkan.

"Kedua, syaratnya, kapasitas sistem kesehatan, rumah sakit sudah mampu, kemudian identifikasi, pelacakan kontak dan tempat karantina yang terinfeksi, sampai detik ini kita masih belum tau, ada beberapa cluster di Babel yang belum diketahui, pengendalian dan kapasitas kesehatan belum memenuhi," ujarnya.

Syarat ketiga, daerah harus..

  • Halaman
  • 1
  • 2