JCA Simpang Rimba Kunjungi Rumah Pak Trisno yang Hidup Sebatang Kara

kasmirudin
JCA Simpang Rimba Kunjungi Rumah Pak Trisno yang Hidup Sebatang Kara
Sahabat JCA Simpang Rimba saat berkunjung ke rumah Pak Trisno di Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (19/4/2019). (ist)

SIMPANG RIMBA, BABELREVIEW.CO.ID  -- Kunjungan rutin Juanda Central Anugrah (JCA) Simpang Rimba, ke rumah warga kurang mampu hingga kini masih terus dilakukan. Pada kunjungan yang ke 167 di program JCA Jumat Sedekah pekan ini, Jumat, 19 April 2019, Sahabat JCA Simpang Rimba mengunjungi kediaman Bapak Trisno (64) di Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan.

Saat sahabat JCA datang berkunjung, Pak Trisno sedang menikmati ubi talas di kursi kayu yang agak panjang yang ia duduki. Di kursi itu juga tempat ia tidur dan makan.

Kondisi rumah Pak Trisno sudah tidak layak untuk ditempati. Dinding dari papan sudah rapuh dimakan rayap, beberapa bagian lantai sudah berlubang, serta atap rumah yang sudah berlubang di sana sini. Sehingga saat hujan turun air masuk kedalam rumah, jika ada angin kencang pun khawatir akan ada kayu yang runtuh. Untuk memasakpun Pak Trisno masih menggunakan kayu bakar.

Pak Trisno menceritakan, dirinya tinggal di rumah yang ia tumpangi ini sejak tahun 1993. Ia hidup sebatang kara, adik dan kakak-kakaknya tinggal di Pulau Jawa, sampai saat ini tidak pernah menelepon. Karena tidak punya kontak dan tidak punya handphone.

Pak Trisno pernah bekerja selama lima tahun tidak digaji. Padahal dirinya sangat membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk merenovasi rumahnya.

"Kerja 5 tahun tidak digaji, padahal uang itu akan saya gunakan untuk renovasi rumah. Kalau  sekarang jangankan untuk benerin rumah, untuk bisa makan sehari-hari saja sudah syukur Alhamdulillah," ujar Pak Trisno.

Saat ini untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Pak Trisno bekerja sebagai penambang (ngelimbang) bijih timah di Desa Belilik, Kabupaten Bangka Tengah. Dalam seminggu Pak Trisno paling banyak menghasilkan 3 kilogram pasir timah, dengan harga  sekarang sekira Rp70 ribu per kilogram.

“Saya kerja nggak bisa sama seperti orang lain, karena kondisi badan saya yang kurang sehat. Namun, daripada di rumah badan tambah sakit-sakit, mending saya kerja. Alhamdulillah masih cukup untuk kebutuhan hidup saya, karena cuma sendiri,” imbuhnya.

Sementara Juanda, pendiri program JCA Jumat Sedekah mengatakan sumber dana kegiatan ini berasal dari setiap pembelian aksesoris dan kartu perdana di JCA, pembeli otomatis sudah bersedekah Rp 1.500 dan setiap pembelian pulsa listrik pembeli otomatis sedekah Rp 1.500 serta partisipasi dari hamba-hamba Allah yang ikut berbagi dalam kegiatan ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada sahabat JCA dan hamba-hamba Allah yang ikut berbagi dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan sahabat di dunia dan akhirat, amin,” ujar Juanda.

Adapun program-program JCA Simpang Rimba yaitu JCA Jumat Sedekah, JCA Sabtu Berbagi Pakaian, JCA Senin-Kamis Bertilawah dan JCA Gratis Aksesoris HP belanja tanpa kantong plastik.

Untuk sahabat yang mau ikut berbagi dan berpartisipasi dalam program JCA Simpang Rimba bisa datang langsung ke Toko JCA Simpang Rimba yang beralamat di Desa Simpang Rimba sebelah Polsek Simpang Rimba Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan atau bisa transfer ke rekening BRI 576701006321538 dan Bank Sumselbabel 1890102142 atas nama Juanda atau WA di nomor 082183589892. (BBR)


Penulis  :  Juanda (CJ)                  
Editor    :  Kasmir
Sumber  : Babel Review