Jelang Idul Adha, Sapi dan Kambing Qurban Dipastikan Sehat

kasmirudin
Jelang Idul Adha, Sapi dan Kambing Qurban Dipastikan Sehat
Ratusan sapi yang tiba di Pelabuhan Pangkalbalam menjalani tes Kesehatan dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Jumat (12/6/2020). (Foto: Istimewa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Menjelang Hari Raya Idul Adha, jumlah hewan sapi dan kambing yang masuk ke wilayah Kepulauan Bangka Belitung mengalami peningkatan. Pejabat karantina Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang memastikan kesehatan hewan tersebut di setiap pintu masuk yang telah ditetapkan oleh kementerian, Jum’at (12/6/2020).

Pada Kamis (11/6/2020) pejabat karantina memeriksa dan memastikan kesehatan sapi Madura sebanyak 290 ekor dan kambing sebanyak 33 ekor yang berasal dari Bangkalan, Jawa Timur.

Menurut Kepala Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang, drh. Saifuddin Zuhri, sapi Madura dan kambing tersebut masuk melalui Pelabuhan Pangkalbalam yang merupakan salah satu wilayah kerjanya.

“Untuk bulan Juni sapi Madura yang masuk sudah sebanyak 657 ekor ke Pulau Bangka dan 176 ekor ke Pulau Belitung,” ucap Zuhri.

Sapi dan kambing dipastikan kesehatannya

“Pejabat karantina kami yang di lapangan memastikan kesehatan hewan-hewan tersebut dengan memeriksa dokumen dari daerah asal, yaitu dokumen karantina sertifikat kesehatan hewan (KH-9) dan hasil uji laboratorium. Selain kesesuaian dokumen pejabat karantina juga memeriksa fisik hewan apakah ada gejala hama penyakit hewan karantina, setelah dokumen sesuai dan hewan tidak ada gejala penyakit dan hewan tersebut dipastikan sehat kemudian akan diterbitkan sertifikat pelepasan karantina hewan (KH-14),” sambungnya.

Menurut ia, untuk hasil uji laboratorium sapi potong tersebut dipastikan bebas dari penyakit Brucellosis yaitu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Brucella Abortus dan merupakan salah satu penyakit Zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

Sapi potong alami grafik kenaikan

“Data dari sistem yang kami miliki yaitu IQFAST, pada bulan Juni sapi potong sebanyak 1.293 ekor dengan frekuensi 42 kali masuk ke wilayah Bangka Belitung dan biasanya akan terus semakin meningkat pemasukan sapi dan kambing sampai mendekati hari raya Idul Adha,” ucap Zuhri.

Sementara sapi dan kambing masuk melalui tiga jalur resmi atau yang telah ditetapkan oleh kementerian dan merupakan wilayah kerja Karantina Pertanian Pangkalpinang yaitu Pelabuhan Pangkalbalam, Pelabuhan Muntok dan Pelabuhan Tanjungpandan.

“Walaupun sekarang ini sedang terjadi wabah Covid-19, namun pemasukan sapi dan kambing mengalami tren kenaikan selama tiga bulan terakhir ini. Data kami pada bulan Maret sapi sejumlah 1.031 ekor dengan frekuensi sebanyak 76 kali masuk ke wilayah Bangka Belitung, sedangkan untuk bulan April sapi sejumlah 1247 ekor dengan frekuensi 68 kali dan pada bulan Mei sapi sejumlah 2.056 ekor dengan frekuensi 148 kali,” kata Zuhri.

Untuk kambing potong yang masuk ke wilayah Bangka Belitung data per tanggal 11 Juni 2020 sudah sebanyak 1.293 ekor dengan frekuensi 42 kali.

Menurut Zuhri jumlah kambing potong juga akan mengalami tren kenaikan dilihat dari data pada  bulan sebelumnya. Kambing potong pada bulan April masuk sebanyak 298 dengan frekuensi 12 kali dan pada bulan Mei sebanyak 740 ekor dengan frekuensi 24 kali.

Kepala Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang mengimbau kepada masyarakat yang akan melalulintaskan khususnya sapi dan kambing walapun tujuannya untuk ibadah qurban, harus tetap mematuhi hukum atau peraturan yang ada dan jangan sampai melanggar.

Untuk saat ini peraturan karantina yaitu Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Dalam peraturan tersebut untuk melalulintaskan hewan, tumbuhan dan produknya antar area atau dari suatu wlayah ke wilayah lain apabila tidak dilengkapi dengan dokumen karantina dapat diancam dengan kurungan penjara paling lama 2 tahun dan denda maksimal Rp 2 Juta. (BBR)


Penulis : -

Editor : Kasmir