Jelang Lebaran Lapak Jeans Obral Ramaikan Pangkalpinang

Admin
Jelang Lebaran Lapak Jeans Obral Ramaikan Pangkalpinang
Foto : (Ist)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW -- Bulan ramadhan biasanya selalu identik dengan maraknya pedagang takjil/jajanan berbuka yang muncul berjualan di pinggir-pinggir jalan raya. Beberapa titik jalanan umum yang dianggap ramai dilalui pengendara dipenuhi deretan lapak bagi para pedagang yang menjajakan aneka kudapan. Namun, ada warna yang berbeda dari momentum ramadhan kali ini, khususnya di wilayah Pangkalpinang.

Pasalnya, titik lokasi yang kerap dilewati pengendara tersebut tidak hanya dipadati oleh pedagang takjil ramadhan, tetapi juga para pedagang jeans dan kaos obral. Tak tanggung-tanggung demi mencari penghasilan, trotoar di sekitaran  Pasar Pagi,  Jl. Mentok dan beberapa tempat lainnya  disulap menjadi lapak jualan bagi pedagang jeans dan kaos obral tersebut. Bedi (43), merupakan salah seorang pedagang jeans dan kaos obral yang biasa berjualan di sekitaran Jalan Trem (belakang Pusat Perbelanjaan Ramayana).

Berbekal terpal seadanya, Bedi dan beberapa pedagang yang lain menggelar berbagai  jeans dan kaos obral dengan macam-macam jenis. Dikatakan Bedi, ia dan para pedagang jeans dan kaos obral lainnya berasal dari Palembang dan telah bertandang ke sini beberapa bulan yang lalu. "Kami lihat di Bangka ini masih jarang yang berjualan jeans dan kaos obral di jalanan seperti ini, menurut kami ini peluang yang cukup bagus untuk menarik minta konsumen," katanya. Bedi mengungkapkan jeans dan kaos tersebut didatangkan dari Pulau Jawa dan disuplai langsung dari tempat supplier yang terletak di daerah Pasir Putih.

Menurut Bedi, umumnya modal awal yang dikeluarkan berkisar hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jenis pakaian apa saja yang ingin distok. "Semakin banyak barang yang dijual maka akan semakin bagus karena lebih menarik perhatian konsumen," ujarnya. Jeans dan kaos obral dijual dengan berbagai macam ukuran yang dibandrol dengan kisaran Rp 20.000 s/d Rp 70.000 untuk harga kaos, dan Rp 60.000 s/d Rp 100.000 untuk jeans.

Tidak hanya itu, ada beberapa pedagang yang juga menyediakan jenis pakaian lain seperti baju koko, jaket, maupun piyama. Meski terbilang cukup murah nyatanya menurut Bedi kualitas jeans dan kaos tersebut masih bisa bersaing dengan pasar pada umunnya. "Untuk omzet saya sendiri belum bisa memperkirakan, karena begitu relatif. Kalau laku ya laku benar, kalau tidak ya tidak ada yang beli, jadi tidak bisa dipastikan," ujar Bedi.

Menurut Bedi animo masyarakat khususnya di wilayah Pangkalpinang terhadap adanya jeans dan kaos obral cukup menggembirakan. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya masyarakatnya datang untuk melihatmelihat. Berjualan di pinggir jalan tentu tidak terlepas dari faktor cuaca. Hal itu turut menjadi kendala tersendiri bagi Bedi dan pedagang lain, karena menurutnya jeans dan kaos obral yang ditawarkan tidak boleh terkena hujan atau terlalu panas karena akan merusak kain.

Terkait perizinan tempat, Bedi mengatakan pihak suppliernya telah meminta izin kepada RT setempat, dan Satpol PP serta aparat berwajib. Hal tersebut jadi salah satu upaya untuk menghindari pungutan liar dari oknumoknum yang tidak bertanggung jawab.  "Meski dibilang berjualan di sekitaran pinggir jalan dan trotoar, kami tidak merasa menganggu ketertiban jalan, karena ini juga sudah diatur sedemikian rupa.

Kami telah memiliki lokasi sendiri yang kami anggap strategis, dan paham mana saja tempat yang boleh dibuat lapak dagang atau tidak," tutur Bedi Lapak jeans dan kaos obral tersebut beroperasi mulai dari pukul 09.00 wib sampai 21.00 wib. Sebagai pedagang musiman, Bedi mengungkapkan bahwa ia belum bisa memastikan apakah hingga usai lebaran lapak jeans dan kaos obralnya akan tetap bertahan. "Semuanya bergantung kondisi, kalau peminat masih tinggi meski tidak lebaran lagi maka akan tetap kami jual ,jika menurun maka akan berhenti.”(BBR)


Penulis :BBR
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview