Jelang Ramadan Diperkirakan Bangka Belitung Mengalami Inflasi

Irwan
Jelang Ramadan Diperkirakan Bangka Belitung Mengalami Inflasi
Pedagang sayur di Pasar Pagi Pangkalpinang. Foto: Ferly

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Pada bulan April 2020, Bangka Belitung diperkirakan akan mengalami inflasi sehubungan dengan tingginya permintaan memasuki bulan puasa. Inflasi bulan April 2020 diprediksi akan banyak berasal dari bahan makanan. Bahan makanan berisiko mengalami kenaikan harga karena keterbatasan pasokan akibat keterbatasan distribusi.

“Melihat perkembangan saat ini tekanan inflasi diperkirakan akan juga berasal dari komoditas emas, kesehatan, obat-obatan dan jasa kesehatan seiring dengan naiknya permintaan kebutuhan. Laju tekanan inflasi diperkirakan akan tertahan didorong oleh pemberian diskon listrik terhadap kelompok masyarakat tertentu,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung Tantan Heroika melalui rilis tertulis.

Dalam rangka meningkatkan efektifitas pengendalian inflasi, upaya peningkatan ketersediaan pangan melalui peningkatan produksi secara mandiri untuk menjamin ketahanan pangan terus dilakukan. Selain itu beberapa upaya lain juga terus dilakukan antara lain: TPID melakukan monitoring rutin agar harga sembako tertentu tidak berada diatas harga HET, Sinergi program yang erat antara Prov. Babel bersama TPID kota dan kabupaten untuk memantau ketersediaan dan kelancaran distribusi barang khususnya terkait komoditas yang distribusinya disinyalir terdampak COVID-19, Penyebaran informasi Pasar Murah dengan tetap mengacu kepada upaya pencegahan Covid-19, Menjaga harmonisasi Sinergi yg erat antara TPID dan Satgas Pangan Prov Babel, Komunikasi yang efektif kepada masyarakat mengenai kelancaran distribusi pangan sehingga ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin. (BBR)