Jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Disperindag Babel Gelar Rakor Ketersediaan Sembako

Kasmirudin
Jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Disperindag Babel Gelar Rakor Ketersediaan Sembako
Disperindag Babel menggelar Rapat Koordinasi Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Selasa (23/3/2021). (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggelar Rapat Koordinasi Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Disperindag Provinsi Babel ini, dihadiri unsur terkait di antaranya Polda Kepulauan Babel, Forum Bulog Cabang Bangka, Dinas Perhubungan Babel, Dinas Pertanian Babel dan Disperindag kabupaten dan kota serta unsur terkait lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel, Sunardi mengharapkan agar semua lembaga atau dinas yang turut hadir dalam rapat tersebut untuk bersama-sama memantau secara terus menerus kondisi ketersediaan bahan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Kita harus fokus yaitu jelang puasa, lebaran dan pascalebaran. Itu harus dipantau kondisi di lapangan supaya diketahui persis keadaan ketersediaan bahan pokok di masyarakat,” katanya.

Mengenai ketersediaan bahan pokok lanjut Sunardi, dinasnya selalu mendata ketersediaan pasokan bahan pokok dalam setiap hari berkoordinasi dengan para pengusaha untuk meminta informasi data ketersediaan bahan pokok.

Sementara itu,  Armaini, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag Babel menambahkan, rapat yang dilaksanakan ini untuk mendapatkan data dari dinas terkait mengenai ketersediaan bahan pokok misalnya saja dari Dinas Pertanian Babel seperti data beras dan cabai.

Sementara itu untuk terkait distribusinya yaitu ditangani oleh Dinas Perhubungan Provinsi Babel, untuk meminta penjelasan pendistribusian angkutan kebutuhan bahan pokok.

“Jika distribusi terhambat, akan mempengaruhi ketersediaan barang dan harga. Kita yang hadir dalam rapat ini berharap mendapatkan data gambaran untuk menstabilkan harga bahan pokok jelang ramadhan,’ tuturnya.

Selain itu, dengan adanya pertemuan ini juga semua persoalan-persoalan terkait ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting yang ada di instansi masing-masing dapat di ketahui dan dapat dicarikaan solusinya.

“Harapan kami dalam rapat ini mendapatkan data-data dan persoalan apa saja yang dihadapi oleh masing-masing dinas terkait, terutama menyangkut pasokan daging sapi yang tingkat kebutuhan dan ketersediaan jauh berbeda. Ini yang harus kami sikapi dan solusi apa yang harus dicarikan, sehingga para pemangku kepentingan dalam rangka mengamankan ketersediaan bahan pokok jelang perayaan Idul Fitri dapat teratasi dengan baik tanpa ada kendala apapun,” tukasnya.

Mengenai stok bahan pokok, Armaini menegaskan jelang hari besar keagamaan aman dan terkendali. Namun yang perlu dikhawatirkan adalah masalah harga bahan pokok  yang biasanya akan naik jelang perayaan Iidul Fitri. Oleh sebab itu dirinya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, agar masalah harga nantinya dapat diantisipasi jika terjadi lonjakan.

“Melihat gambaran saat ini stok bahan pokok aman dan terkendali, persoalannya harganya yang dikhawatirkan sebab jika dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggujawab, maka harga akan naik dan ini akan kami antisipasi,” ujarnya.

Rakor Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, ditambahkan Kasi Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel, Mardian AZ, memiliki maksud untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi data terkait kestabilan stok dan harga bahan pokok menjelang pelaksanaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan  persiapan rapat koordinasi provinsi dengan semua stakeholder terkait ketersediaan bapok dan harganya.

“Tujuannya sendiri untuk melakukan sinergi dengan pelaku usaha dan semua stakeholder dimana memastikan ketersediaan bahan pokok dan mengendalikan harga, agar tidak bergejolak di masyarakat. Selain itu memastikan tidak terjadi upaya-upaya dari pihak yang ingin mengambil keuntungan yang tidak wajar dalam kondisi menjelang HBKN,” tutupnya. (BBR)


 

Penulis : Mislam (Diperindag Babel)

Editor   : Kasmir