Jeritan Nelayan Kelisut, Pendapatan Menurun Diterpa Musibah

kasmirudin
Jeritan Nelayan Kelisut, Pendapatan Menurun Diterpa Musibah
Sejumlah perahu nelayan yang ada di Pantai Kelisut Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, rusak dihantam gelombang besar yang terjadi pada Sabtu (2/5/2020) dini hari. (Foto: Andre)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Pandemi Covid-19 membuat semua sektor yang ada terkena dampaknya, mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi masyarakat Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

Salah satunya adalah nasib para nelayan. Seakan terlupakan bahwa perekonomian para nelayan juga terdampak Covid-19. Harga ikan menurun, sementara biaya untuk melaut naik.

Tak terkecuali para nelayan di Pantai Kelisut, Kecamatan Toboali. Mereka yang melaut sebagian besar dikategorikan masyarakat menengah ke bawah. Hanya hasil laut yang diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari hari.

Alih-alih mendapat bantuan di tengah wabah Covid-19, para nelayan di Pantai Kelisut dihadapi oleh musibah yang menyebabkan beberapa perahu nelayan terdampar dan rusak dihantam gelombang besar.

Ketua Pokdarwis Pantai Kelisut, Adil mengakui, bahwa gelombang besar yang menghantam perahu nelayan Pantai Kelisut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari pada Sabtu (2/5/2020).

"Gelombang yang besar ditambah hujan dan angin kencang membuat perahu dan alat tangkap nelayan rusak. Bahkan beberapa di antaranya terseret hingga ke tepi pantai," katanya.

Dikatakan Adil, musibah ini membuat nasib nelayan makin menjerit. Harga ikan lagi turun, ditambah dengan musibah ini.

“Tidak melaut tidak dapat penghasilan. Mau melaut perahu dan alat tangkap rusak, tidak ada biaya untuk memperbaikinya," imbuh Adil.

Menurutnya, nasib nelayan di Pantai Kelisut layaknya sudah jatuh tertimpa tangga pula.

"Kami berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk bisa membantu nelayan di Pantai Kelisut yang terkena musibah ini," pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Andre

Editor    : Kasmir