JFT Harus Berperan Aktif, SILAT Berbasis Online Dari 14 Hari Bisa Kelar Satu Jam Saja

Ahada
JFT Harus Berperan Aktif, SILAT Berbasis Online Dari 14 Hari Bisa Kelar Satu Jam Saja
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan kegiatan Temu Teknis untuk pemangku Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Kelautan dan Perikanan Lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (11/02/2020). (Foto: ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID  -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan kegiatan Temu Teknis untuk pemangku Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Kelautan dan Perikanan Lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  di Ruang Pertemuan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (11/02/2020).

Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini dihadiri peserta JFT dari berbagai bidang, UPTD dan Satker Kelautan Perikanan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini menghadirkan nara sumber dari Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) dan Ditjen Perikanan Tangkap (DJPT) serta perwakilan dari Inspektorat dan Dinas PTSP Bangka Belitung.

Tujuan kegiatan ini diharapkan mampu menjawab segala pertanyaan yang mendasar dalam pengimplementasian penyusunan PAK.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Dasminto, menyampaikan agar para JFT harus berperan aktif dan menjadi "motor" dalam perbaikan dan dapat berinovasi, selalu update serta memberi masukan untuk kemajuan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulaun Bangka Belitung.

"Saya menyambut baik dengan dibentuknya berbagai JFT yang ada di DKP ini, dan saya bersyukur telah diback up oleh 30  JFT yang terdiri dari 26 JFT yang sudah ditetapkan dan 4  calon JFT. Ini belum termasuk kuota JFT kabupaten / kota. Sesungguhnya, leluasa bagi saya untuk bekerja karena sudah ada orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing untuk mendampingi pekerjaan saya," lanjut Dasminto.

Pihaknya, kata Dasminto, merasa bangga karena Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mau mendengarkan setiap masukan dan arahan yang disampaikan oleh pemerintah daerah dan salah satu PERMEN yang telah dikeluarkan oleh Menteri KP yakni tentang perizinan.

Reformasi perizinan tersebut berupa Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (SILAT) berbasis online.

Sistem di bawah naungan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (Ditjen PT) ini sukses memangkas waktu pengurusan izin dari yang tadinya 14 hari menjadi 1 jam saja.

Selain itu, Dasminta juga berharap agar setiap bidang di DKP melibatkan teman-teman Perguruan Tinggi (PT) untuk membantu kegiatan dinas.

Karena mereka memiliki dasar sebagai peneliti dan wawasan (ilmu) yg mumpuni dalam bidang kelautan dan perikanan serta mahir dalam mendesign program.

Ke depannya, harapan Dasminto agar JFT membangun networking dengan berbagai sumber dan stakeholder terutama Perguruan Tinggi serta berbaur dengan pemangku struktural untuk mendapatkan kredit poin dengan mudah. (BBR)