Jika ke Beltim Tengoklah Peninggalan Kerajaan Balok

Admin
Jika ke Beltim Tengoklah Peninggalan Kerajaan Balok
foto:Vera Vlesia

BELTIM, BABEL REVIEW – Raja Balok, bernama asli Ki Gede Yakub konon adalah keponakan Ki Gede Pamanahan atau sepupu dari Panembahan Senopati, sang pendiri Kerajaan Mataram (Islam). Ki Gede Yakub disebut sebagai putera Pangeran Kaap, yaitu seorang mangkub atau bendahara keraton.

 Ki Gede Yakub atau Kiai Masud atau Kiahi Gegedeh Yakub datang ke Balok sekitar tahun 1600. Adalah di Desa Balok, Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur, tempat peninggalan Kerajaan Balok bisa kita temukan.

Di desa tersebut terdapat makam Raja Balok K.A Gede Ya’kub dan makam Syekh Abdul Jabar Sjamsudin. Keberadaan makam Raja Balok ini berada di kawasan hutan konservasi yang terdapat banyak pohon-pohon besar dan menyimpan panorama keindahan alam yang asli.

Lokasi pemakaman tersebut masih terus dirawat dari segi kebersihannya termasuk akses jalan menuju lokasi yang jaraknya sekitar satu kilometer dari pemukiman. Tidak begitu sulit dikunjungi baik pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Hingga saat ini makam tersebut tetap dilestarikan dan sering dikunjungi masyarakat dan pengunjung. Bupati Beltim Yuslih Ihza yang pernah melakukan  ziarah kubur ke lokasi tersebut menilai keberadaan makam Raja Balok perlu dijaga dan dilestarikan untuk kemudian dijadikan objek wisata.

“Keberadaan makam Raja Balok tersebut perlu dijaga dan dilestarikan karena bisa menjadi salah satu daya tarik wisata. Ini perlu ditindaklanjuti dari rencana semula yakni membuat pendopo di area pemakaman dan lainnya,” jelasnya.

Yuslih mengatakan Pulau Belitung ini penghasil timah terbesar dan berada di alur pelayaran yang strategis sehingga tidak luput dari kerajaan besar untuk singgah. Adanya Kerajaan Balok di sana terlihat dari bekas reruntuhan bangunan di sekitar makam yang dipercaya peninggalan dari Kerajaan Balok.

Adanya Kerajaan Balok dan makam-makam Raja Balok merupakan salah satu bukti sejarah yang harus diperhatikan dan perlu penelusuran lebih lanjut. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Beltim Helly Tjandra segera menindaklanjuti rencana pengembangan kawasan makam yang berada di area konservasi tersebut menjadi kawasan wisata sejarah.

“Area makam Raja Balok K.A Gede Ya'kub dan makam Syekh Abdul Jabar Sjamsudin di Desa Balok tersebut kita akan kembangkan dan jadikan satu kawasan atau komplek istana yang mempunyai daya tarik,” ungkap Helly. Dijadikannya satu kompleks istana Kerajaan Balok menandakan bahwa Pulau Belitung memiliki bukti sejarah penting yang perlu diketahui masyarakat.

Nantinya para pengunjung yang mengunjungi makam tersebut akan diajak napak tilas untuk menyusuri jalan menuju area makam atau menyusuri sungai di area tersebut. Menuju area makam tersebut, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam sekitar yakni hutan yang masih asri dan alami, indah serta mempesona. 

Dapat juga sambil menikmati istirahat di pendopo dan melihat replika bangunan sejarah Kerajaan Balok. Di sana para pengunjung bisa melihat berbagai peninggalan Kerajaan Balok, seperti makam-makam, sumur berdarah, padang berdarah, rumah penjagaan dan lain sebagainya. (BBR)



Penulis :Vera Vlesia
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview