‎JMSI Babel Gelar Syukuran Kantor Sekretariat, Momentum Kebersamaan dan Hari Lahir Sekretaris


PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID — Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar syukuran sederhana di kantor sekretariat yang beralamat di Jalan Singapore, Komplek Perkantoran BTC Nomor 1, Kota Pangkalpinang, Sabtu (17/1/2026).

‎Syukuran ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan hari lahir Sekretaris JMSI Babel, Wahyu Kurniawan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pengurus dan anggota yang hadir, menciptakan ruang kebersamaan yang terasa akrab dan bersahaja.

‎Acara sederhana tersebut digagas oleh Wakil Bendahara JMSI Babel, Yayuk, dengan restu Ketua JMSI Babel, Supri, yang akrab disapa Ucup. Sebagai simbol rasa syukur, kegiatan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng, yang kemudian dibagikan kepada pengurus dan anggota yang hadir.

‎Ketua JMSI Babel, Supri, mengatakan bahwa sekretariat bukan sekadar tempat administrasi, tetapi menjadi rumah bersama bagi insan pers siber di Bangka Belitung.

‎“Sekretariat ini adalah ruang bertumbuh. Di sinilah ide-ide dirawat, kebersamaan dijaga, dan semangat profesionalisme dibangun. Syukuran ini sederhana, tapi maknanya besar karena menegaskan rasa memiliki kita terhadap organisasi,” ujar Ucup.

‎Ia menambahkan, momentum kebersamaan seperti ini penting untuk menjaga soliditas JMSI Babel di tengah tantangan dunia pers yang terus berkembang.

‎Sementara itu, Sekretaris JMSI Babel, Wahyu Kurniawan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh rekan-rekan pengurus.

‎“Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tapi wujud kekeluargaan JMSI. Saya merasa bersyukur menjadi bagian dari organisasi yang menjunjung kebersamaan dan saling mendukung,” ungkap Wahyu.

‎Dewan Pakar JMSI Babel, Replianto, menilai kegiatan syukuran tersebut mencerminkan kultur organisasi yang sehat dan berimbang antara kerja profesional dan nilai kemanusiaan.

‎“Organisasi pers yang kuat lahir dari relasi yang baik antaranggota. Tradisi sederhana seperti pemotongan tumpeng ini memiliki makna simbolik, yakni syukur, kebersamaan, dan harapan agar JMSI Babel terus tumbuh dan memberi manfaat,” kata Replianto.

‎Acara ditutup dengan doa bersama dan jamuan sederhana, diselingi perbincangan hangat yang memperlihatkan eratnya ikatan antaranggota. Di tengah dinamika pers siber yang kian cepat, JMSI Babel menegaskan bahwa kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam melangkah ke depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *