Jual Lada Bubuk Lebih Untung

Admin
Jual Lada Bubuk Lebih Untung
ilustrasi foto : (net/IST)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW  -- Untuk membuat harga lada menjadi lebih baik, maka ke depan harus memikirkan menjual lada melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Lada dari masyarakat diolah dan kemudian dijadikan lada bubuk.

Harga lada bubuk ini jauh lebih mahal jika dibandingkan menjual langsung butiran lada“Pengolahan lada bubuk ada di Surabaya. Untuk membuat bubuk lada tersebut menggunakan lada dari Bangka Belitung sebagai bahan campuran guna mendapatkan wanginya,” ungkap Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat peresmian Gedung Pengolahan Lada, Koperasi Lada Bangka Belitung, Jalan Air Mangkok, Semabung, Pangkalpinang, Kamis (19/7/2018).

Agar lada Babel menjadi lebih baik dan  berkualitas, Gubernur Erzaldi mengimbau sudah saatnya petani mempunyai pemikiran maju. Kendati hanya berkebun dan tinggal di pedesaan, namun petani harus menguasai teknologi, seperti menggunakan smartphone untuk kepentingan berkebun lada. Pasalnya melalui internet, petani bisa belajar lebih bnyak mengenai cara bercocok tanam.

Menurut Gubernur Erzaldi, jika petani lada bisa menggunakan teknologi smartphone, maka bisa langsung memantau perkembangan harga lada dunia. Tak hanya itu, petani juga bisa belajar banyak mengenai berkebun lada. “Petani harus lebih banyak mendapatkn informsi berbagai hal tentang lada. Mulai dari cara memilih bibit dan berkebun lada yang benar hingga pasca panen,” kata Gubernur.

Pada acara peresmian Gedung Pengolahan Lada, Kamis (18/7/2018) lalu,  diikuti dan disaksikan puluhan petani. Dalam arahannya, Gubernur Erzaldi ingin masyarakat mempunyai semangat kuat untuk terus berkebun lada. Namun lada yang ditanam berkualitas baik, sehingga nantinya bisa memproduksi lada dengan jumlah banyak. Langkah meningkatkan kualitas lada petani  terus dilakukan, salah satu strategi dengan menyediakan gudang pengolahan lada yang telah diresmikan.

Gubernur Erzaldi mengatakan, peresmian gudang pengelolaan lada merupakan bagian dari upaya memberdayakan lada petani agar lebih berkualitas. Keberadaan gudang ini hendaknya dapat memberikan manfaat dan semangat serta membuat sukses program resi gudang. “Perlu dukungan semua pihak. Kita semangat, tanam lada yang bagus! Sehingga produksi lada meningkat,” pinta  Gubernur.

Dulu, kata Gubernur Erzaldi, jumlah ekspor lada mencapai angka 35 ribu hingga 60 ribu ton. Namun sekarang ini ekspor lada hanya berada dikisaran angka 2.000 ton per bulan. Untuk itu, Gubernur mengajak masyarkat petani untuk menggalakkan program resi gudang guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani lada serta menjaga keberlangsungan stok lada Bangka Belitung.

Gudang pengolahan lada mempunyai mesin yang dapat membuat kualitas lada menjadi lebih baik. Gubernur Erzaldi menambahkan, ke depan akan mendorong agar Menperindag membuat aturan ekspor lada, jangan sampai lada dari Bangka Belitung hanya dijadikan bahan campuran lada dari daerah lain.

“Jika kualitas lada baik, harga jual pun bisa membaik. Sekarang ini ada pengusaha dari Amerika datang ke Bangka Belitung untuk melihat langsung,” kata Gubernur Erzaldi seraya memperkenalkan Mr Lucas pembeli lada berskala internasional asal Amerika. Sementara itu Ketua Koperasi Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Magrizan mengatakan, sejak berdirinya koperasi hingga saat ini akan terus melakukan pengolahan lada petani. Setidaknya terdapat tiga gudang untuk menampung hasil pertanian lada.

Selain di Air Mangkok, gudang lada juga ada di Puding dan Desa Mangkok. “Mesin pengolahan lada bisa memproduksi 30 ton per hari. Semua ini perlu dukungan semua pihak, terutama dukungan dari petani lada. Salah satu bentuk dukungan petani yakni, menjadi anggota koperasi. Tujuan koperasi ini untuk mensejahterakan pesertanya,” tegasnya. (*/BBR)


Penulis :Diko & kusuma
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview