Jubir Tim GTPP Covid-19 Pemkab Bangka Tepis Hoax Terkait Warga Positif Covid-19

Ibnuwasisto
Jubir Tim GTPP Covid-19 Pemkab Bangka Tepis Hoax Terkait Warga Positif Covid-19
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM. MPH. (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Disaat pemerintah sedang melakukan pencegahan penyebaran virus corona atau Pandemi Covid-19, ada saja oknum tidak bertanggung jawab dengan sengaja menyebarkan berita hoax. Baru baru ini beredar berita bahwa terdapat warga yang positif Covid-19 di 3 lokasi yang berada di Kecamatan Sungailiat.

Dan kabar ini kemudian beredar ditengah masyarakat dan hal iitu kemudian menimbulkan keresahan di masyarakat. Dan isu tersebut kemudian mendapatkan langsung oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Pemerintah Kabupaten, Boy Yandra SKM MPH, Senin (25/5/2020).

Boy Yandra menegaskan selama dua hari ini telah menerima berita hoax yang memberitakan jika ada orang yang tinggal di Bukit Betung, Rempuding dan Matras mengidap Covid-19. Dan hal itu setelah dilakukan kroscek tidak ada satupun orang di daerah itu yang terkena Covid-19. Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak panik. Meski begitu pihaknya tetap terus melakukan upaya untuk terus memberikan suatu informasi yang valid dan akurat kepada masyarakat.

"Ini informasi yang sangat menyesatkan, dan membuat gaduh. Berita itu tidak benar, saya bersama tim sudah melakukan kroscek untuk mencari kebenaran isi itu," jelasnya.

Kemudian ia meminta kepada masyarakat jangan mudah untuk menerima informasi yang belum tahu kebenarannya. Selanjutnya pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan stigma yang negatif kepada salah satu pasien jika ditangani oleh petugas medis perawat maupun dokter dirumahnya. Janganlah mengambil kesimpulan bahwa orang tersebut terjangkit Covid-19.

"Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat, antara lain dengan kondisi adanya Pandemi Covid-19 saat ini. Seketika ada pasien yang sakit dan berada dirumah maka akan dilakukan tindakan menggunakan SOP atau Protap Covid-19, maka penanganan hal itu tidak harus diberikan stigma negatif apalagi menyebarkan informasi kepada orang lain," pungkasnya.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review