Juli 2022, Bangka Belitung Mengalami Inflasi Sebesar 1,05 Persen

Irwan
Juli 2022, Bangka Belitung Mengalami Inflasi Sebesar 1,05 Persen
Suasana Pasar Pagi Pangkalpinang. Foto: Ferly/BBR

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung melalui rilisnya menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,64% (mtm) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm).

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga kelompok administered prices (AP). Peningkatan inflasi kelompok AP didorong oleh inflasi tarif angkutan udara sejalan dengan peningkatan mobilitas udara dan harga avtur global.

Selain itu, rokok kretek filter, bahan bakar rumah tangga dan tarif listrik juga tercatat mengalami peningkatan sejalan dengan kebijakan penyesuaian harga yang mulai berlaku pada awal Juli 2022. Secara tahunan, inflasi IHK pada Juli 2022 tercatat sebesar 4,94% (yoy) lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 4,35% (yoy).

Bangka Belitung pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 1,05% (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,15% (mtm). Inflasi disebabkan oleh peningkatan harga indeks kelompok transportasi, kelompok makanan, minuman dan tembakau dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga. Secara tahunan, Bangka Belitung mengalami inflasi yang cukup tinggi yaitu 7,77% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,52% (yoy).

Inflasi Juli 2022 utamanya didorong oleh komoditas angkutan udara dengan andil bulanan sebesar 0,662%. Peningkatan sejalan dengan kenaikan jumlah penumpang mode transportasi udara.

Hal ini terkonfirmasi dengan rerata Google Mobility Index kunjungan transit station pada Juli 2022 sebesar 38,5% meningkat dibandingkan Juni 2022 sebesar 30,0%. Kenaikan harga tiket pesawat juga disebabkan oleh kenaikan harga avtur global.

  • Halaman
  • 1
  • 2
  • 3