Kades Bukit Layang Sulap Lahan Bekas Tambang Menjadi Agrowisata Mini

kasmirudin
Kades Bukit Layang Sulap Lahan Bekas Tambang Menjadi Agrowisata Mini
Kepala Desa Bukit Layang, Andry menggunakan dana pribadi untuk merubah lahan eks tambang timah menjadi agrowisata mini. (Foto: Faisal)

BAKAM, BABELREVIEW.CO.ID -- Tanah seluas satu hektare di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, mulanya hanyalah lahan bekas pertambangan timah yang nyaris terbengkelai.

Dengan kondisi yang rusak parah tersebut, Kepala Desa Bukit Layang, Andry berani mengambil risiko menggunakan dana pribadi untuk merubah lahan eks tambang tersebut, menjadi lahan produktif dengan membuat agrowisata mini desa.

"Lahan eks tambang selalu sulit utuk dikelola kembali. Namun saya bertekad untuk merubah lahan tersebut, agar produktif kembali dengan membuat agrowisata," ujarnya kepada Babel Review, Sabtu (28/12/2019).

Agrowisata mini ini menjadi bukti nyata kepedulian kepala desa dalam bidang pertanian. Di tengah himpitan lahan yang semakin minim karena sudah banyak rusak akibat pertambangan.

"Di lahan eks tambang ini, saya ingin mengembangkan konsep edukasi pertanian dan perikanan yang terintegrasi. Sehingga nantinya diharapkan bisa menjadi primadona wisata edukasi di Bukit Layang, serta role model untuk desa-desa lainnya," ucap Kades Andry.

Progrees pembuatan agrowisata yang sudah berjalan 30 persen ini, Andry akan menyiapkan berbagai fasilitas di antaranya spot selfie, tempat pemancingan, area tambak ikan berbagai jenis seperti ikan mas, gurame, lele, baong dan udang galah serta fasilitas bermain anak yaitu sepeda air.

"Seluruh area juga akan kita pagari dengan ban bekas yang tidak terpakai lagi, diberi cat warna warni agar terlihat menarik," ungkapnya.

Tak lupa, identitas konsep agrowisata sendiri ia terapkan dengan menanam bibit pohon buah dan sayuran di sisi jalan seperti kacang panjang, duren montong, kelengkeng, rambutan, alpokat dan duku.

"Kita sengaja konsep agrowisata ini sebagai tempat rekreasi keluarga, dalam satu tempat ada tiga fasilitas yang kita buat yakni area permainan anak, resto dan pemancingan untuk orang tua," terangnya.

Menurut Andry, kalau progresnya dikerjakan secara berkala. Karena menggunakan dana pribadi yang terbatas, sehingga memakan waktu yang lebih lama.

"Di sini saya ingin memberi contoh kepada masyarakat, bahwa lahan yang tidak produktif pun bisa menguntungkan asal mau tidaknya berusaha. Bila program ini berhasil rencananya baru kita akan ajukan kerja sama dengan pemdes dalam pengelolaannya," pungkas Andry. (BBR)


Penulis  : Faisal
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review