Kadis Arsip Babel Ini Datangi Rumah Keturunan Batin Tikal, Lihat Langsung Rambut Sakti Yang Menewaskan Mayor Belanda

Bangahada
Kadis Arsip Babel Ini Datangi Rumah Keturunan Batin Tikal, Lihat Langsung Rambut Sakti Yang Menewaskan Mayor Belanda
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel Dr Asyraf Suryadin datang bersama Rita Zahara, dosen serta pegiat seni dan budaya yang saat ini sedang menulis disertasi yang berkaitan dengan Batin Tikal dan Dra Tien Rostini MPd, Guru SMP 2 Sungailiat, ke rumah keturunan Batin Tikal, di Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (16/5/2021). (kulul)
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel Dr Asyraf Suryadin datang bersama Rita Zahara, dosen serta pegiat seni dan budaya yang saat ini sedang menulis disertasi yang berkaitan dengan Batin Tikal dan Dra Tien Rostini MPd, Guru SMP 2 Sungailiat, ke rumah keturunan Batin Tikal, di Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (16/5/2021). (kulul)
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel Dr Asyraf Suryadin datang bersama Rita Zahara, dosen serta pegiat seni dan budaya yang saat ini sedang menulis disertasi yang berkaitan dengan Batin Tikal dan Dra Tien Rostini MPd, Guru SMP 2 Sungailiat, ke rumah keturunan Batin Tikal, di Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (16/5/2021). (kulul)

SIMPANGRIMBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Dr Asyraf Suryadin MPd tiba-tiba mendatangi Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ternyata kedatangan mantan Pelaksana Tugas Walikota Pangkalpinang ini bukan sekadar berkunjung biasa.

Bersama istrinya, Dra Tien Rostine MPD, kedatangan Asyaraf ini ingin bertemu langsung dengan keturunan Batin Tikal, pejuang sakti dari Pulau Bangka.

Nama besar Batin Tikal ini selalu disandingkan dengan Depati Bahrein dan salah satu Pahlawan Nasional dari Babel yakni Depati Amir.

Rasa penasaran Asyraf terhadap Batin Tikal ini sudah lama Ia pendam. Kecintaannya terhadap Batin Tikal ini sejak Ia membaca di buku pelajaran sejarah waktu masih duduk di sekolah dasar tahun 1979.

Bagi Asyraf, kisah perjuangan dan kisah hidup Batin Tikal sangat membekas dalam ingatannya.

Alasan inilah, setelah 42 tahun memendam rindu terhadap Batin Tikal, membuat Asyraf rela meluangkan waktu berkunjung ke Desa Gudang, tempat bersejarah Batin Tikal.

Untuk menghilangkan sedikit rasa penasarannya, Asyraf datang bersama Rita Zahara, dosen serta pegiat seni dan budaya yang saat ini sedang menulis disertasi yang berkaitan dengan Batin Tikal dan Dra Tien Rostini MPd, Guru SMP 2 Sungailiat, pada Minggu (16/5/2021) lalu.

Dari kediamannya di Sungailiat Kabupaten Bangka, Asyraf dan rombongan melangkahkan kakinya ke Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan.

"Saya sangat penasaran dengan Batin Tikal, salah seorang pejuang di Bangka saat mengusir penjajah Belanda," ungkap Asyraf, saat berkunjung ke salah satu rumah keturunan Batin Tikal di Desa Gudang

Di Desa Gudang ini, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut sangat beruntung, karena bisa melihat secara langsung rambut Batin Tikal yang dulu saat Festival Batin Tikal ke 2 dipamerkan.

Konon menurut kisah dari mulut kemulut, rambut Batin Tikal yang saat ini dipegang oleh salah seorang keturunannya, merupakan potongan rambut yang dipotong oleh Mayor DW Becking, saat itu Batin Tikal dijebak untuk diajak berunding oleh Belanda di Sungai Selan.

Sang Mayor penasaran dengan kesaktian Batin Tikal yang berambut panjang, dan Mayor DW Becking sudah mendengar dari masyarakat bahwa kekuatan dan kelemahan Batin Tikal terletak pada rambutnya.

Dan untuk menaklukkan agar Batin Tikal tidak punya kekuatan, maka rambutnya di potong oleh Mayor Becking.

Menurut kisah tetua yang berkembang kala itu, Ketika Mayor Becking memotong rambut Batin Tikal, tiba-tiba petir menyambar Mayor Becking dan ia meninggal saat itu juga dan tidak bisa dipindahkah.

Maka, menurut kisah tetua saat itu, Mayor Becking di kubur dengan posisi berdiri seperti saat ini yang berada tidak jauh dari kantor polisi Sungai Selan saat ini.

Kisah tentang kesaktian Sang Batin juga pernah di dengar oleh Asyraf secara lisan.

Ia berharap agar banyak literatur yang bisa didapat agar Batin Tikal bisa diangkat sebagai pahlawan,

"Kita berharap Batin Tikal bisa diangkat sebagai pahlawan nasional. walau sesungguhnya Beliau telah diakui sebagai pahlawan di hati masyarakat", ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada penggiat sejarah agar memperbanyak tulisan-tulisan tentang Batin Tikal serta selalu mencari informasi yang berkaitan dengan pejuang ini.

"Perbanyak tulisan-tulisan tentang Batin Tikal dan diteruskan menjadi pahlawan. Minimal pahlawan lokal di Bangka Selatan khususnya dan Bangka Belitung umumnya", harap Asyraf.

Sementara itu Rita Sahara, dosen dan penggiat sejarah, mengaku sangat tertarik untuk menggali sejarah Batin Tikal, karena hal-hal mistis yang selalu di kaitkan dengan sang pejuang, terutama kepercayaan masyarakat tentang Rambut Batin Tikal yang menjadi titik kelemahan dan kelebihannya, yang tidak bisa di potong serta karomah yang ada pada pejuang ini.

"Daya tarik pada Batin Tikal sebagai pejuang yang memiliki Rambut yang tidak dapat dipotong. Menurut saya pada diri Batin Tikal tergambar sosok pribadi yang sufi, rela melepaskan jabatan sebagai Batin demi melepas belengu ketidak setaraan dan keadilan sebagai orang tertindas", ungkapnya

Dengan menulis tentang Batin Tikal, Rita Zahara berharap bisa memurnikan kepercayaan tentang kharomah yang dimiliki oleh Batin Tikal yang ada pada rambutnya, dan masyarakat sadar untuk lebih dekat pada Allah SWT yang memberikan kelebihan-kelebihan pada makhlukNya. (BBR)
Laporan: kulul