Kain Cual Muntok Maih Pertahankan Cara Tradisional

Admin
Kain Cual Muntok Maih Pertahankan Cara Tradisional
Foto :(Budi Tio)

BANGKA BARAT, BABEL REVIEW – Tepat tanggal 7 September 2018 Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat merayakan hari jadinya yang ke 284. Salah satu warisan budaya dari Kota Muntok yang masih terjaga sampai saat ini adalah kain cual yang masih diproduksi secara tradisional menggunakan alat tenun manual seperti aslinya.

Dulu di Palembang kain cual disebut sebagai Limar Muntok untuk menunjukkan daerah asalnya Salah seorang perajin tenun cual Muntok, Mahdalena, menjelaskan kepada BBR bahwa proses pembuatan kain cual yang ia lakukan masih menggunakan cara tradisional dengan menggunakan alat tenun manual dan proses pembuatan cual masih seperti zaman dahulu.

Mahdalena yang saat ini berusia 60 tahun mengungkapkan bahwa ia mulai belajar menenun kain cual sejak usia 16 tahun. Saat ini bersama Kelompok Tenun Cual Bunda Cempaka yang beranggotakan 11 penenun, mereka memproduksi kain cual dengan beragam motif. Motifmotif yang dikerjakan juga merupakan motif lokal, seperti motif burung hong, kucing tidur, pucuk rebung, ubur-ubur, penganten bekecak, kembang kenanga, dan lainnya.

“Proses pembuatan yang masih menggunakan cara tradisional dan juga dengan kerumitan motif yang ada membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk pengerjaannya. Kurang lebih satu kain dan selendang memakan waktu 1 bulan, atau 20 hari jika dikerjakan selama 8 jam sehari. Jadi memang kain ini memiliki nilai seni yang tinggi serta harga jual yang lumayan,” jelasnya.

Cual hasil produksi Kelompok Tenun Cual Bunda Cempaka dijual dengan harga berkisar Rp 2.000.000,- sampai dengan Rp 7.000.000,- setiap lembarnya. Perbedaaan harga tersebut tergantung dari jenis benang yang dipakai sebagai bahan kain, jenis benang emas yang dipakai, dan juga kerumitan motif yang ada.

Kelompok Tenun Cual Bunda Cempaka pada tahun 2017 lalu juga berkesempatan memamerkan hasil produksi mereka pada pameran kerajinan di JCC Jakarta. Saat ini Kelompok Tenun Cual Bunda Cempaka juga telah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Melalui Bank Indonesia mereka mendapatkan bantuan permodalan dalam bentuk bahan baku.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari Bank Indonesia tersebut. Saat ini kami dapat memiliki stok bahan baku berupa benang yang cukup sehinga kami dapat memproduksi (kain tenun cual, red) tanpa harus menunggu kain kami laku terjual. Kedepannya kami berharap adanya ruang pamer (showroom) bagi kain cual produksi kami di Kota Muntok untuk meningkatkan geliat pariwisata,” ujar Mahdalena. (BBR)


Penulis :  Buditio
Editor   :  Sanjay
Sumber : Babelreview