Kaling Kenanga Didesak Mundur, Buntut Pembagian Beras Bantuan Covid-19 PT BAA

Ahada
Kaling Kenanga Didesak Mundur, Buntut Pembagian Beras Bantuan Covid-19 PT BAA
Lurah Kenanga Farid (kiri), Ketua RT 07 Lingkungan Kenanga Heti (kanan).

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID--Sebanyak tujuh Ketua RT di Lingkungan Kenanga Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat, mendesak Kepala Lingkungan (Kaling) Kenanga Suryadi untuk segera mundur dari jabatannya.

Desakan yang disampaikan melalui surat pernyataan yang ditujukan kepada Lurah Kenanga Farid, pada pertengahan bulan April lalu itu, sebagai buntut kekecewaan para Ketua RT terhadap pembagian beras bantuan yang bersumber dari PT Bangka Asindo Agri (BAA).

Heti, salah seorang perwakilan Ketua RT di Lingkungan Kenanga, kepada BBR, Rabu (06/05/2020) mengungkapkan, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pihak RT (selaku perwakilan warga) dengan Kaling dan Lurah agar PT BAA  tidak dulu memberi bantuan dalam bentuk apapun ke warga Kenanga.

Penolakan ini kata Heti, demi menjaga  kondusifitas di tengah warga masyarakat Kenanga yang saat ini masih berpolemik dengan PT BAA lantaran bau busuk yang bersumber dari pabrik pengolahan tapioka itu.

"Kesepakatan tersebut kenyataannya dikangkangi. Besoknya pembagian beras tetap berlanjut. Berdasarkan pengakuan salah seorang warga, pembagian beras itu atas perintah Pak Kaling (Suryadi).  Namun Pak Kaling tidak mau mengakui," ungkap Heti yang juga Ketua RT 07 Lingkungan Kenanga ini.

Dikatakan Heti, lantaran kecewa dengan tindakan Kaling, sejumlah warga lantas menginginkan agar Kaling Suryadi mundur.

"Kamipun selaku RT merasa dilangkahi, bahkan oleh warga, kami dianggap  tidak menyampaikan hak bantuan mereka," imbuh Heti.

Lebih lanjut dikatakan Heti, dari kronologi tersebut akhirnya sejumlah RT bersepakat membuat pernyataan ke Lurah untuk mendesak Suryadi mundur.

"Desakan mundur ini bukan hanya dari RT semata, tapi juga adalah aspirasi masyarakat," tandas Heti, seraya menambahkan kalau surat desakan pengunduran terhadap Kaling Suryadi tersebut terkesan tidak direspon oleh Lurah Kenanga Farid.

"Karena Kaling memilih untuk tetap bertahan dan Lurah juga terkesan tak responsif,  warga sempat protes dan ramai-ramai mendatangi kantor lurah," imbuh Heti.

Kaling Kenanga Suryadi dikonfirmasi BBR, Rabu (06/05/2020) melalui pesan WhatsApp, tak menjawab. Pesan  dengan laporan terkirim dan tanda centang dua biru tersebut, hingga berita ini diturunkan belum dijawab oleh Suryadi.

Dihubungi terpisah, Lurah Kenanga Farid, menegaskan, surat pernyataan desakan mundur yang dilayangkan oleh sejumlah Ketua RT tersebut pada dasarnya berisikan dua tawaran opsi.

"Opsinya, kalau Kaling tak mau mundur, maka Ketua RT yang jumlahnya tujuh RT yang akan mengundurkan diri," jelas Farid.

Sejauh ini, lanjut Farid, selaku Lurah ia tetap berusaha menjadi penengah dan berharap keduanya (RT dan Kaling) menempuh jalan tabbayun.

"Selaku Lurah saya sangat membutuhkan RT dan juga Kaling. Maka saya pada dasarnya sangat berharap keduanya bisa  bekerja sama. Karena keduanya adalah ujung tombak," jelas Farid.

Ditanya apakah desakan pengunduran dari Ketua RT terhadap Kaling Suryadi sudah ia proses, Farid mengatakan, perlu pertimbangan yang matang dan jerinih menyikapi persoalan ini.

"Tak serta merta kita main copot RT atau copot Kaling. Semua ada prosedur dan punya dampak terhadap jalannya pemerintahan di kelurahan ini," jelas Farid.

Farid juga menjelaskan soal keterlibatan Suryadi pada saat pembagian beras tersebut, hanya miss komunikasi saja.

"Pak Suryadi tidak pada kapasitas sebagai pihak yang membagikan beras, tapi beliau sebagai pendamping. Saya yang perintahkan beliau untuk mendampingi," kata Farid.

Ditanya mengapa bantuan dari PT BAA tetap diberikan ke warga Kenanga, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun ke warga, Farid yang sejak Januari 2020 menjabat Lurah Kenanga ini menjelaskan, ia sama sekali tidak bermaksud mengangkangi kesepakatan tersebut. Apa yang ia lakukan semata-mata demi membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.

"Kita lepaskan dulu lah persoalan polemik antara warga dengan PT BAA, atau soal bau busuk. Ini demi kemanusiaan. Lagi pula sudah menjadi program pusat agar setiap perusahaan mengeluarkan bantuan untuk warga yang terdampak pandemi covid-19. Secara faktanya, warga Kenanga ini banyak yang patut kita bantu akibat dampak Covid-19 ini," beber Farid.

Farid juga membantah jika data penerima bantuan beras tersebut merupakan rekomendasi dari pihak kelurahan.

"Datanya dari pihak PT BAA, kita tidak pernah kasih mereka data warga kita. Pihak perusahaan mendapatkan data tersebut dari karyawan mereka yang kebetulan adalah warga Kenanga," jelas Farid. (BBR)

Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin