Kapal yang Dioperatori oleh Conoco Phillips di Perairan Muntok Berstatus Dalam Karantina

buditio
Kapal yang Dioperatori oleh Conoco Phillips di Perairan Muntok Berstatus Dalam Karantina
Pelabuhan Tanjung Kalian tempat abk kapal naik dan turun. (foto:buditio)

MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID – Setelah menjalani penyelidikan dan analisis data terhadap kasus terkonfirmasi positif salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) milik PT. SBS yang dioperatori oleh Conoco Phillips, Kantor Kesehatan Pelabuhan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan kapal yang beroperasi di perairan Muntok, Kabupaten Bangka Barat sebagai kapal dalam karantina. Berdasarkan rilis dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, diketahui bahwa Tuan W-A-W, 36 tahun ABK di kapal tersebut dinyatakan positif dari hasil swab PCR pada tanggal 6 Juni 2020 dan sejak tanggal 7 juni 2020 menjalani perawatan di Wisma Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dokter Bangun Cahyo mengatakan bahwa setelah munculnya kasus tersebut, KKP segera melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk menelusuri riwayat kontak pasien tersebut dan melakukan analisis data untuk menetapkan status kapal tersebut.

“Setelah muncul kasus itu kami menghentikan operasional kapal dan berdasarkan PE serta analisis data kami telah menerbitkan status kapal yang dioperatori oleh Conoco Phillips yang beroperasi di perairan Muntok itu sebagai kapal Dalam Karantina”jelasnya kepada BBR Rabu, 10/06/2020.

Dokter Bangun juga menyampaikan bahwa ada 27 ABK di kapal tersebut yang akan dilakukan rapid dan swab tes sesuai dengan indikasi.

Untuk diketahui bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No : 425/Menkes/SK/IV/2007 tentang Pedoman Penyelenggaraan Karantina Kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan bahwa status kapal dalam karantina dapat ditetapkan apabila dalam pemeriksaan diketahui terdapat tersangka (suspect) penderita penyakit karantina atau penyakit berbahaya lainnya yang oleh Departement Kesehatan dikategorikan dapat membahayakan kesehatan masyarakat. (BBR)


Penulis   : buditio

Editor     : Admin05

Sumber  : Babel Review