Kata Ketua MUI Babel, Tak Baik Menamakan Anak Dengan Corona, Ini Alasannya

Ahada
Kata Ketua MUI Babel, Tak Baik Menamakan Anak Dengan Corona, Ini Alasannya
Ketua MUI Babel Dr H Zayadi. (babelreview)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID-- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bangka Bangka Belitung Dr H Zayadi meminta masyarakat di Bangka Belitung tidak menamakan anak mereka dengan nama Corona.

Sebelumnya diberitakan,  Guru Besar Ilmu Sosiologi Universitas Bangka Belitung (UBB), Prof Bustami Rahman, mengatakan tak menutup kemungkinan ada orangtua yang memberi nama anak mereka dengan nama Corona, menginggat istilah tersebut kini menjadi sorotan dunia.

Pemberian nama anak, lanjut Bustami, tentu harus memperhatikan unsur yang lebih penting yakni apakah nama itu sudah merupakan doa atau harapan orangtuanya di masa depan. 

Apakah nama itu sudah memperhatikan perkembangan jiwa anak, dan apakah nama itu nantinya tidak menjadi bahan olok-olok teman sebaya? 

Sementara itu, menurut Ketua MUI Dr H Zayadi, dalam perspektif Islam, memberi nama kepada anak adalah wajib menurut ijma' ulama. 

Nama, menurut dia, berfungsi untuk membedakan antara orang yang satu dengan yang lain atau panggilan identitas diri.

"Dalam sebuah hadits di sebutkan ada tiga kewajiban orang tua terhadap anaknya. Pertama mengajarnya menulis, kedua memberi dia nama yang baik dan ketiga menikahkan anak ketika dewasa," terang Rektor IAIN SAS ini, Senin (30/3/2020).

Lebih lanjut dikatakan Zayadi, nama yang baik dipercaya akan memberi pengaruh kepada kehidupan si anak.  

"Nama yang baik menurut Islam merujuk kepada sifat Allah dan nama-nama Allah dalam asmaul husna, karena ini upaya kita untuk mendekat diri kepada Allah. Dan pemberian nama baik dapat pula merujuk kepada nama para nabi dan rasul, isteri-isteri nabi dan anak-anak nabi yang soleh dan soleha dengan harapan si anak memiliki sifat dan prilaku yang baik seperti mereka," jelas Zayadi.

Zayadi mendegaskan, memberi nama anak dengan merujuk dengan penamaan yang diambil dari  situasi yang aktual tidak ditemukan dalam Islam.

"Misalnya ketika mewabahnya Corona lalu memberi nama anak dengan Corona," imbuhnya.

Corona, lanjut Zayadi, adalah nama virus dan bukan sesuatu yang baik. 

"Kita tidak ingin anak kita memiliki sifat seperti virus yang membunuh dan membuat susah manusia. Jadi janganlah anak dikasih nama Corona, ini tidak baik," jelas Zayadi.

Ia menambahkan,  tidak menutup kemungkinan ketika besar nanti si anak akan diperolok teman-temannya dan disamakan  dengan virus.

Dalam kesempatan tersebut, Zayadi juga mengatakan, Islam sangat melarang para orangtua memberi nama anak mereka dengan nama Munafikun, Latta Uzza dan Manat yang merupakan nama berhala orang jahiliyah. (BBR)


Laporan: CJ Ican