Kata Prof Bustami, Saat Ini Bukan New Normal Tapi Abnormalitas Sementara, Nah Loh..

Ahada
Kata Prof Bustami, Saat Ini Bukan New Normal Tapi Abnormalitas Sementara, Nah Loh..
Prof Bustami Rahman, Guru Besar Ilmu Politik UBB dan Ketua LAM NSS. (Ist)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW.CO.ID – Ketua Lembaga Adat Melayu Prof Dr Bustami Rahman mengungkapkan bahwa sebenarnya masyarakat kurang begitu nyaman dengan kebiasaan baru dimasa pandemi saat ini, seperti memakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak fisik dan tidak salaman. 

Untuk itu, mantan Rektor Universitas Bangka Belitung ini lebih memilih menggunakan kata “Abnormalitas Sementara” bukan new normal.

Abnormalitas sementara merujuk pada situasi dimana masyarakat hidup dalam ketidak-normalan yang suatu saat bila pandemi Covid-19 berakhir maka masyarakat akan kembali dalam kebiasaan sebelumnya dan mulai meninggalkan peggunaan masker, tidak lagi ada jarak fisik dan bersalaman.

Dikatakan Bustami, masyarakat Bangka Belitung dan pada umumnya di Indonesia adalah masyarakat komunal yang memiliki solidaritas tinggi, berbeda dengan kehidupan sosial masyarakat di negara lain yang individualistis.

Berkumpul dan melakukan aktivitas bersama-sama sudah menjadi hal biasa dan jadi bagian dalam kehidupan.

“Kita hidup dalam hidup yang memiliki kebiasaan baru ini jadi menyulitkan kita yang sementara saja. Apalagi itu semua berjalan tiba-tiba jadi kita mencoba untuk mengikutinya. Jadi kita merasa teragak-agak atau tidak mantap,” jelas Bustami.

Dimasa pandemi ini, masyarakat komunal selain sulit untuk tidak bersosialisasi atau berkumpul juga terkesan menyepelekan bahaya Covid-19 karena biasanya harus ada bukti yang menguatkan bahwa virus ini berbahaya dan mudah menular.

“Ketika sudah ada yang menjadi korban baru semua sibuk karena sudah terbukti. Yang namanya pemerintah membuat pencegahan itu tidak selalu harus ada bukti dulu karena pencegahan itu preventif, kalau harus ada bukti dulu itu namanya kuratif,” ujarnya. 

Orang melayu Babel sangat..

  • Halaman
  • 1
  • 2